"Pak Ogah" Kuasai U-Turn, Kapolresta: Akan Kami Tangkap

Putaran jalan atau U-Turn di Kota Bandar Lampung saat ini banyak dikuasi oleh "Pak Ogah" atau penjaga yang dengan sukarela membantu mobil

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Putaran jalan atau U-Turn di Kota Bandar Lampung saat ini banyak dikuasi oleh "Pak Ogah" atau penjaga yang dengan sukarela membantu mobil yang hendak berputar arah.

Tentu jasa yang mereka lakukan dengan harapan imbalan sejumlah dari pengendara. Meski tidak meminta uang dengan paksa, namun keberadaan "Pak Ogah" kerap membuat pengendara tidak nyaman.

Baca: Unila Terima Hibah Lahan 150 Hektare

Baca: VIDEO: Unggul Sementara di Pilkada Tanggamus, Ini Komentar Dewi Handajani

Pantauan Tribun, Rabu (27/6) keberadaan "Pak Ogah" ini terlihat di pertigaan Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Pemuda. Mereka silih berganti berjaga di jalan memutar tersebut.

Lalu sepanjang Jalan Soekarno Hatta (Soetta) di depan SPBU Turi Raya, SMA Gajah Mada, SMAN 5 dan juga di depan Rumah Makan Begadang V.

Selanjutnya di Jalan Sultan Agung (dekat Transmart) dan U-Turn depan IBI Darmajaya Jl ZA Pagar Alam.

Diniyah, warga Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, yang selalu melintasi U-Turn SMA Gajah Mada mengatakan, dirinya merasa tidak nyaman jika ada "Pak Ogah" yang selalu meminta uang.

Tak dikasih uang mereka kadang cemberut, dan matanya melotot. Tapi kalau dikasih uang mereka dengan cepat memutarkan kendaraannya.

"Jujur saya risi melihat keberadaan mereka ini. Kan ada rambunya juga sih, pasti kita sudah aman karena ada rambu-rambu yang terpasang itu," kata Diniyah kepada Tribun.

Dikin, warga Panjang mengaku sangat kesal kalau sudah melintas U-Turn depan rumah makan Begadang V itu.

"Sudah teriaknya keras, dirinya juga tak nyaman pasti orang yang berjaga itu selalu menodongkan tangannya seraya meminta imbalan," kata pengendara mobil yang rutin melintas Bypass Bandar Lampung ini.

"Padahal sudah jelas kegiatan mereka ini ilegal, tapi masih saja tidak takut. Meski hanya uang receh yang dikeluarkan, tapi harusnya ini menjadi tugas dari petugas terkait untuk menertibkan," katanya.

Menurut Dikin, seharusnya yang berjaga di U-Turn bukan "Pak Ogah" tapi petugas Dishub, Pol PP ataupun polisi.

Untuk itu, Dikin meminta dinas atau instansi terkait harus peka terhadap perilaku dari orang mengetem di putaran arah itu.

Meski banyak yang mengeluhkan, namun ada sejumlah pengendara yang mengaku terbantu akan keberadaan para "Pak Ogah" tersebut.

Seperti Suryawan, warga Sultan Haji, Bandar Lampung, mengaku sangat terbantu adanya "Pak Ogah" itu meski harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar mereka.
Hal ini, menurut Suryawan, mestinya menjadi cambuk bagi petugas terkait itu sigab mengatur arus lalu lintas di sepanjang u turn bukan malah petugas ilegel yang berdiri disana.

"Saya perhatikan ini petugas malah duduknya di perempatan saja, tidak ada yang berada di u turn itu," katanya

Jadi seharusnya petugas harus mulai stanby di sepanjang U-Turn untuk mengatur arus lalu lintas.(byu)

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Polisi Murbani Budi Pitono berjanji segera menertibkan "Pak Ogah" di Kota Tapis Berseri.

Menurut Murbani, mereka itu tidak boleh menjadi preman dan keberadaan mereka itu ilegal. Apalagi kalau memaksa itu harus ditangkap.

"Mereka itu bukan aparat yang berwenang mengatur arus lalu lintas, tapi mereka ambil jalan itu seraya mereka menguasai dan itu akan kami tangkap," kata Kapolresta kepada Tribun, Rabu (27/6).

Murbani juga mengimbau kepada pengendara untuk tidak memberi imbalan kepada "Pak Ogah". "Kalau diberi imbalan, maka mereka juga akan terus berjaga di U-Turn tersebut.

Sehingga kebiasaan memberi itu akan membuat mereka akan betah di jalanan. Jadi baiknya masyarakat jangan memberikan uang kepada mereka.(byu)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved