Pilgub Lampung 2018

KAMMI Lampung Hadiahi Bawaslu Kartu Merah, Ini Alasannya

KAMMI Lampung menilai perhelatan Pilkada Lampung yang berjalan pada 27 Juni 2018 berjalan miris lantaran sejumlah dugaan praktik money politics

KAMMI Lampung Hadiahi Bawaslu Kartu Merah, Ini Alasannya
Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lampung menilai perhelatan Pilkada Lampung yang berjalan pada 27 Juni 2018 berjalan miris lantaran sejumlah dugaan praktik money politics terjadi dengan sebaran yang banyak di Provinsi Lampung.

Baca: Usai Mencoblos Memilih Gubernur Guru SD Diimingi Umroh dan Dihipnosis, Endingnya Bikin Nangis

Baca: Karena Sibuk Main Ponsel, Perempuan Ini Langsung Diceraikan Suaminya pada Malam Pertama. Waduh!

Ketua KAMMI Wilayah Lampung Dian Putra menuturkan, beberapa kasus ini di antaranya dugaan praktik money politics oleh tim sukses salah satu paslon gubernur di Pekon Sinar Betung Kecamatan Talangpadang  Tanggamus.

"Yang telah dilaporkan oleh warga berikut saksi dan bukti 98 amplop dari 200 amplop yang diduga telah dibagi senilai Rp 50.000 per amplop. Bahkan seperti yang dilansir dari berbagai media massa, terciduk juga berbagai kecurangan money politics, pembagian sembako (gula), dan sarung di Lampung Selatan, Pesawaran dan sejumlah tempat lainnya," ungkapnya, Jumat 29 Juni 2018.

Untuk itu, KAMMI Lampung  mengecam dan mengutuk keras praktik demokrasi yang tidak sesuai dengan regulasi demokrasi di Indonesia.

"Bahkan, sampai saat ini belum ada ketegasan dari pihak Bawaslu terkait laporan-laporan yang ada, maka KAMMI beri kartu merah Bawaslu," tuturnya.

Dian menyebutkan, dengan kartu merah ini, KAMMI Lampung menghidupkan sirene merah sebagai tanda darurat akan profesionalisme Bawaslu dalam menjalankan tugas.

"Maka KAMMI Lampung menuntut kepada Bawaslu untuk menindaklanjuti pidana tersangka sesuai dengan UU," tegasnya.

Kedua, lanjutnya, meminta Bawaslu mampu mengusut tuntas tim berikut paslon gubernur, beserta korporasi pengusaha yang telah melenggangkan money politics sebagai jalannya demokrasi di Pilkada Lampung 2018.

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved