BREAKING NEWS LAMPUNG

Tony Eka Chandra: Kalau Ada Tim Saya Bagi-bagi Uang, Hukum Saya

Tony bahkan mengindikasikan ada paksaan kepada sejumlah warga untuk mengakui telah menerima uang dari tim Arinal-Nunik.

Tony Eka Chandra: Kalau Ada Tim Saya Bagi-bagi Uang, Hukum Saya
Ist
Tony Eka Chandra, ketua Tim Pemenangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim 

Laporan Reporter Tribun Lampung, Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Tony Eka Chandra, ketua tim pemenangan pasangan calon gubernur Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik), angkat bicara soal tudingan adanya praktik politik uang dalam Pilgub Lampung 2018.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung ini bahkan mengatakan siap pasang badan jika ada timnya yang membagi-bagikan uang saat kampanye.

“Negara kita adalah negara hukum. Kita serahkan pada aturan hukum yang berlaku. Kami siap apabila memang terjadi, ada tim sukses kami, pasangan calon nomor 3, terbukti bagi-bagi uang, hukum saya sebagai ketua tim pemenangan,” kata Tony dalam rapat koordinasi Pilgub Lampung 2018 di DPRD Lampung, Jumat, 29 Juni 2018.

Baca: VIDEO: Bunda Eva Emosi, Tak Gubris Interupsi Ketua DPRD

Tony bahkan mengindikasikan ada paksaan kepada sejumlah warga untuk mengakui telah menerima uang dari tim Arinal-Nunik.

“Tetapi ini yang terjadi. Ada indikasi pada hari terakhir. Kami juga ingin membuat laporan balik. Ada satu keluarga, kakak memberikan uang kepada adiknya berobat, disuruh mengakui bahwa ia menerima sesuatu. Ini pertimbangan kami, apakah laporan balik atau tidak,” kata Tony.

”Tetapi, tadi kami dinasihati. Sudahlah. Kami ingin pilkada damai, tertib, dan sesuai koridor hukum berlaku. Kami serahkan proses pilkada ini pada hukum dan penyelenggara pemilu,” beber Tony.

Ketua Fraksi PAN Agus Bhanti Nugroho meminta peserta rapat tidak mengatasnamakan pasangan calon dan kepentingan politisnya.

“Kita sepakat di sini singkirkan kepentingan paslon masing-masing. Saya ketua Fraksi PAN. Sesaat sebelum proses pencoblosan, saya bilang tangkap kalau memang ada yang bagi-bagi uang,” ucapnya.

Agus mengatakan, kehadiran mereka dalam rakor sebagai wakil rakyat, bukan perwakilan dari pasangan calon. Selain itu, proses pilgub masih berlangsung karena belum ada keputusan dari KPU soal siapa yang menang.

Baca: Bunda Eva Gebrak Meja dan Tunjuk Bawaslu-KPU

“Saya sepakat tadi kita di sini bukan perwakilan calon. KPU sama sekali belum menyampaikan siapa yang jadi gubernur dan wakil gubernur Provinsi Lampung,” kata Agus.

”Kalau pelaksanaan pilkada ini harus jurdil, lima tahun lalu saya marah, sebagai ketua tim hukum Herman-Zainudin. Tetapi, karena ini negara hukum, ada aturan dan regulasi yang harus kita sepakati bersama,” lanjutnya.

Menurut Agus, peserta rapat harus memberikan kesempatan kepada Bawaslu dan KPU untuk mengemukakan pendapat.

”Kita beri kesempatan Bawaslu dan kawan-kawan penyelenggara melaksanakan kewenangan undang-undang. Mudah-mudahan baik. Namanya saja Khoir (Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah), artinya baik,” jelas Agus dibalas senyuman oleh Fatikhatul. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved