Kasus Dugaan Ayam Goreng Busuk: Dituding Minta Ganti Rugi Rp 15 Juta oleh Restoran, Ari Ngaku Geram

Kasus Dugaan Ayam Goreng Busuk - Dituding Minta Ganti Rugi Rp 15 Juta oleh Restoran, Ari Ngaku Geram

Editor: taryono
Ari Oktaviansah (35) melapor ke polisi karena ayam busuk 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Terkait daging ayam tak layak konsumsi di salah satu restoran cepat saji di pusat perbelanjaan Bandar Lampung, CEO Chicken Crush, Ardantya Syahreza akhirnya angkat bicara.

Menurutnya, banyak kejanggalan yang perlu dipertanyakan dalam dugaan daging ayam yang menyudutkan restorannya.

"Anehnya, komplain hanya dari bapak ibu dan anak kecil umur 1,5 tahun, sedangkan customer lain biasa saja gak protes," ungkap Ardantya saat ditemui di restoran Chicken Crush, Selasa (26/6).

Baca: Langsung di TransTV! Tonton Live Streaming Spanyol vs Rusia Lewat HP dengan Cara Ini

Baca: Asapi Rins dan Vinales, Marquez Juara MotoGP Belanda 2018

Baca: Cawagub Ini Mengaku Punya Teman yang Tak Tega Memilihnya di TPS,

Ardantya menuturkan, awal mula peristiwa temuan ayam diduga tidak layak konsumsi ini terjadi pada Kamis (21/6) lalu.

Di mana ada pasangan suami istri bersama anaknya membeli bakso dua mangkok dan ayam potong bagian paha bawah.

"Kemudian ke kasir dan meminta pegawai saya untuk mencium makanan dari daging ayam yang dibungkus dalam plastik. Setelah itu, mereka keluar dan kembali lagi sekitar satu jam sembari membawa dua orang, satu berpakaian batik dan satu lagi berpakaian putih. Mereka memanggil supervisor sembari membawa nasi dan ayam dalam sebuah plastik," ungkapnya.

Padahal, lanjut Ardantya, pihaknya tidak pernah menyediakan kantong plastik dalam setiap pengemasan.

"Kami selalu menyediakan nasi dan ayam dalam kemasan, sedangkan yang dibawa dari plastik dan suruh nyium bau, emang gak enak. Pertanyaan kita ayam itu dari mana, benar gak dari tempat kami, lainnya gak komplain, cuman dari satu customer saja," jelasnya.

Masih kata dia, saat itu keduanya melakukan intimidasi kepada pegawainya yang ada di pusat perbelanjaan tersebut. Bahkan berusaha menerobos dapur dan penyimpanan makanan.

"Mereka itu siapa, masuk ke dalam padahal tidak izin, dia bukan polisi atau dinas kesehatan, main nyelonong saja, ini sudah masuk zona pengamanan kami," tegasnya.

Ardantya mengatakan bahwa restorannya memiliki SOP, yakni dengan melakukan pengecekan setiap ayam masuk.

"Lalu kami lakukan marinasi (perendaman ayam dengan bumbu) dan dimasukan ke dalam mesin pembeku, ini sudah SOP dan pasti dalam kondisi baik," katanya.

Ardantya pun mempertanyakan, apakah benar setelah anaknya makan daging tak layak konsumsi langsung sakit perut dan BAB.

"Kan jedanya cuman 15 menit. Padahal itu proses gak cepat, ini sedang kami selidiki ayam yang dibawa punya kami atau bukan, tapi memang tidak ada hubungan kemasan dengan punya kami," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved