Menantang! Begini Tingkat Kesulitan Arung Jeram di Lampung
Mayoritas lokasi arung jeram di Lampung memiliki grade tiga. Semakin tinggi grade, tingkat kesulitan semakin tinggi.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dengan dayung di genggaman, Nandang (30) tampak tegang saat menyusuri arus deras sungai menggunakan perahu karet. Bersama lima temannya, Nandang mengikuti arung jeram.
“Menegangkan tapi menyenangkan. Basah semua pasti,” ungkap Nandang, Jumat (18/5/2018).
Sejumlah lokasi wisata arung jeram berada di Lampung.
Para pengunjung menyukai wisata tersebut karena mampu memicu adrenalin.
Nandang mengatakan, awalnya ia sempat ragu untuk berwisata arung jeram.
Baca: Google Bisa Prediksi Kematian, Akurat 95 Persen
Lantaran, wisata tersebut mesti menghadapi rintangan melalui arus deras, bebatuan dan tebing.
Bahkan, risiko perahu terbalik pun ada.
Tetapi kemudian, ia menikmati wisata tersebut dan ingin kembali mengulanginya. “Saya merasa ketagihan justru karena ini menantang dan memicu adrenalin,” tutur Nandang.
Hal serupa disampaikan Sobri (33). Sobri malah telah ketagihan berwisata arung jeram sejak 2003.
Ia beranggapan bahwa arung jeram adalah wisata yang paling memicu adrenalin.
“Karena saat arung jeram, kita tak tahu apa yang dihadapi di depan, apakah batu, tebing, atau arus deras. Itu yang bikin adrenalin terpacu,” ungkap Sobri.
Kini, ia menyempatkan waktu minimal tiga bulan sekali untuk berwisata arung jeram.
Menurut Sobri, wisata tersebut mampu memupuk kerja sama tim. Karena dalam satu perahu, ada beberapa orang.
“Bisa hilangkan penat juga dari kegiatan sehari-hari,” ucap Sobri.
Nandang menuturkan, arung jeram bisa membuat tubuhnya terasa lebih segar akibat kegiatan mendayung yang dilakukan.
Termasuk, menghilangkan penat akibat rutinitas.
Tarif Arung Jeram Mulai Rp 150 Ribu
Pengelola Bumdes Tirtajaya, Lampung Barat, Uteng mengatakan, jumlah pengunjung lokasi tersebut mencapai 30 orang per hari.
Sementara, biaya yang dikenakan sebesar Rp 150 ribu per orang.
“Biaya itu sudah termasuk bermain arung jeram selama dua jam, makan, dan transportasi dari start ke finis,” kata Uteng.
Pengelola Arung Jeram Batu Tegi, Tanggamus, Agus Irawan mengungkapkan, biaya bermain arung jeram sebesar RP 350 ribu per orang.
Hal itu untuk bermain arung jeram selama dua jam, makan, air mineral selama kegiatan, dan transportasi.
“Dalam satu waktu permainan, sungai memungkinkan untuk diisi 15 perahu karet, dengan kapasitas masing-masing 6 orang,” tutur Agus.
Sementara, Pengelola Arung Jeram Bumi Sri Rejeki, Way Kanan, Ade mengatakan, pengunjung arung jeram dalam satu hari mencapai 60 orang, atau 10 perahu karet yang masing-masing berisi 6 orang.
Di lokasi tersebut, biaya bermain arung jeram sebesar Rp 750 ribu per perahu.
“Tarif termasuk untuk bermain arung jeram, makan, dan antar jemput,” kata Ade.
Berbagai Grade Arung Jeram
Mayoritas lokasi arung jeram di Lampung memiliki grade tiga.
Grade merupakan tingkat kesulitan sungai yang akan dilalui saat melakukan arung jeram.
Pengelola Arung Jeram Batu Tegi, Tanggamus, Agus Irawan mengungkapkan, tingkatan grade mulai dari satu hingga lima.
Semakin tinggi grade, tingkat kesulitan semakin tinggi.
Di Batu Tegi, Agus menerangkan, wisatawan akan melalui sungai lebar di bagian atas, yang semakin menyempit dan curam ke bawah.
“Sungai ini memiliki arus deras yang melewati bebatuan dan tebing dari start hingga finis,” tutur Agus.
Di lokasi tersebut, Agus mengungkapkan, grade bisa diubah menjadi lima, yang membuat arung jeram semakin sulit.
Meski begitu, hal tersebut menyesuaikan dengan permintaan dan kemampuan wisatawan.
“Untuk meningkatkan grade, kami tinggal membuka bendungan (Batu Tegi) supaya debit air lebih deras. Ini yang membedakan kami dengan tempat lain karena debit air bisa diatur,” tutur Agus.
Pengelola Bumdes Tirtajaya, Lampung Barat, Uteng menuturkan, arung jeram di lokasi tersebut memiliki grade satu sampai tiga.
Walau begitu, kondisi tersebut cukup meningkatkan adrenalin pengunjung.
“Arus melewati banyak batu dan tebing yang curam. Gradenya berkisar satu sampai tiga,” ungkap Uteng.
Sementara, Pengelola Arung Jeram Bumi Sri Rejeki, Way Kanan, Ade mengungkapkan, grade sungai yang dilalui berkisar 2,5 sampai 4.
Baca: Perawatan Electrocauter Hilangkan Milia hingga Tahi Lalat
Hal itu karena tingkat kemiringan yang cukup curam dan arus yang deras.
“Grade 2,5-4 karena arus melewati batu dan tebing dengan kemiringan yang cukup curam,” ujar Ade.