Kronologi Penemuan Korban Pembacokan di Langkapura, Bandar Lampung

Kronologi Penemuan Korban Pembacokan di Langkapura, Bandar Lampung, Selasa 3 Juli 2018

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Khairul (50), warga  yang berusaha menolong Wahyu Darmawansa (22), korban pembacokan di Langkapura, mengaku melihat korban sudah tergolek lemas.

"Kejadian persis saya gak tahu, keadaan memang sepi, tiba-tiba saya dengan teriakan," ungkapnya Selasa 3 Juli 2018.

Setelah mendengar suara minta tolong, Khairul mengaku langsung keluar rumah dan melihat situasi sekitar.

"Kebetulan rumah saya tidak jauh dari lokasi pembacokan, begitu saya lihat, korban ini udah tergeletak di plesteran (lantai semen)," tuturnya.

Masih kata dia, korban terlihat sudah pucat pasi dan tak berdaya.

"Darah itu ngucur terus, dari tangan kirinya, kelihatan lemes juga, ya saya langsung angkat dan bawa ke Puskesmas Gedong Air, kasihan takut ada apa-apa," sebutnya.

Saat ditanya pelaku, Khairul mengatakan jika pelaku bukan orang jauh dan masih tinggal di sekitar.

"Yang bacok orang sini, tinggal di deket kos-kosan korban, kan korban ini masih kuliah di sini, Saburai," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi pembacokan di Jalan Imam Bonjol Gang Pertamina LK I RT 5, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Selasa 3 Juli 2018, sekitar pukul 13.00 wib.

Korban diketahui bernama Wahyu Darmawansa (22), yang tinggal di kos-kosan yang terletak di  Gang Surya Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura.

Sementara pelaku diketahui bernama Ucu, masih warga sekitar.

Pembacokan terjadi saat setelah Wahyu membeli nasi padang di depan SPBU Langkapura, kemudian kembali pulang menggunakan sepeda Honda Beat warna putih merah nopol BE 6848 QM.

Nahas belum sampai kos-kosan korban mendapat luka bacok.

Penulis: hanif mustafa
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved