Laporan Politik Uang di Pilgub Lampung, Orang Sudah Meninggal Kok Dipanggil Bawaslu?

Kami pihak keluarga tidak terima, orang yang sudah meninggal dibawa-bawa...

Laporan Politik Uang di Pilgub Lampung, Orang Sudah Meninggal Kok Dipanggil Bawaslu?
Makam H. Samijo 

Massa menggelar longmars sekitar 50 meter dari arah Hotel Asoka menuju kantor Bawaslu Lampung.

“Batalkan Arinal-Nunik karena sudah melakukan banyak pelanggaran dan bagi-bagi uang secara TSM (terstruktur, sistematis, dan masif). Bawaslu tegas usut politik uang di pilgub,” kata Rakhmad Husein, pendukung pasangan Herman HN-Sutono, yang juga menjadi orator dalam unjuk rasa ini.

“Kami hanya fokus meminta diskualifikasi Arinal-Nunik. Soal DKPP kan Bawaslu ataupun KPU itu masalah sangat kecil. Ini menyangkut nasib jutaan masyarakat Lampung,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah (Khoir) menyambut massa yang datang ke Bawaslu.

Pihaknya akan memproses semua laporan dan temuan dugaan politik uang.

“Terkait laporan dugaan politik paslon nomor 3 sedang kami proses. Ada waktu tiga hari pelapor untuk melengkapi berkas. Kami memiliki waktu 14 hari untuk melakukan penanganan,” katanya.

Khoir berharap masyarakat ikut berperan aktif melaporkan secara resmi bila menemukan adanya dugaan pelanggaran Pilgub Lampung 2018 di lapangan.

“Untuk saat ini, temuan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Arinal-Nunik sekitar 11 perkara. Ada sebagian di kabupaten ditangani,” ucapnya.

Setelah unjuk rasa di kantor Bawaslu, massa yang dikawal ketat aparat keamanan TNI dan Polri bergerak menuju Mapolda Lampung. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved