Bawaslu Gelar Sidang Dugaan Money Politics TSM Pilgub Lampung, DPRD Kebut Pansus

Bawaslu Lampung memastikan proses hukum terhadap laporan dugaan politik uang terstruktur sistematis dan masif. Hari ini sidang perdana

Bawaslu Gelar Sidang Dugaan Money Politics TSM Pilgub Lampung, DPRD Kebut Pansus
Interupsi di pansus politik uang Pilgub Lampung 2018 

Riza Mihardi menilai pembentukan pansus dugaan politik uang dalam pilgub dikhawatirkan sia-sia karena penanganan kasus ini sudah dilakukan Bawaslu Lampung, sehingga dikhawatirkan putusan Bawaslu Lampung akan berbeda dengan apa yang ada di pansus.

"Kami intinya menolak adanya pansus ini, jika tetap diputuskan maka kami tetap menolak," ujar Riza Mihardi.

Baru selesai Riza Mihardi bicara, giliran anggota DPRD lainya rebutan ingin menyampaikan interupsinya.

Kemudian giliran Haidir Ibrahim anggota Fraksi PKB yang mengutarakan pendapatnya.

Haidir menilai pembentukan pansus tidak sesuai dengan apa yang menjadi tugas dari DPRD yakni legislasi, pengawasaan, dan budgeting.

Seusai Haidir Buyung, giliran Dedy Afrizal menanggapinya.

Belum selesai Dedy menyampaikan beberapa kalimat, beberapa anggota kembali berebut ingin berbicara, di antaranya dari anggota Fraksi yang menyetujui pembentukan pansus yakni Yandri Nazir dari Demorkat dan Ningrum Gumay dari PDIP.

Karena makin banyaknya anggota DPRD yang berebut ingin berbicara, akhirnya Dedy memutuskan menunda sidang selama 10 menit.

Baca: Ucapan Kontroversial Mamah Dedeh, Berujung Permohonan Maaf Secara Langsung di Televisi Nasional

Ambil Palu Pimpinan

Saat diskor itulah keributan dan kericuhan terjadi. Sejumlah anggota DPRD kemudian maju ke depan mendekati meja pimpinan DPRD.

Halaman
1234
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved