Berita Video Tribun Lampung

VIDEO - Resmi, 8 Fraksi Bulat Dukung Pansus Dugaan Politik Uang Pilgub Lampung

Delapan Fraksi di DPRD Lampung akhirnya sepakat membentuk panitia khusus (Pansus) dugaan politik uang di Pilgub Lampung

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Delapan Fraksi di DPRD Lampung akhirnya sepakat membentuk panitia khusus (Pansus) dugaan politik uang di Pilgub Lampung. Pembentukan pansus berjalan mulus, tidak ada interupsi saat Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal membacakan komposisi anggota pansus dugaan politik uang Pilgub Lampung.

Awalnya, rencana DPRD Provinsi Lampung yang akan menggelar rapat paripurna dengan agenda pembentukan pansus dugaan politik uang dalam pilgub Lampung tahun 2018 pada Jumat, 6 Juli 2018, pada pukul 14.00 WIB, hanya pepesan kosong. Namun hingga pukul 14.25 WIB, ruang rapat paripurna masih kosong, belum ada satupun anggota DPRD yang datang. Padahal dalam agendanya rapat akan dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Baca: VIDEO - Air Terjun Rindu Kembar, Keunikannya Mampu Me-refresh Otak Pengunjung

Baca: Live Trans TV Piala Dunia 2018 Uruguay Vs Prancis Pukul 21.00 WIB Malam Ini, Siapa yang Tersingkir?

Pantauan Tribun Lampung, kursi-kursi undangan hanya diisi oleh pegawai dan para awak media, yang sudah standby di ruang rapat paripurna. Meski molor akhirnya pansus akhirnya terbentuk dengan Ketua Mingrum Gumay, politisi PDI Perjuangan. Sehari sebelumnya, Rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung dengan agenda pembentukan panitia khusus dugaan politik uang dalam pilgub Lampung panas.

Rapat yang awalnya berlangsung seru sempat hujan interupsi sampai diskors selama 10 menit, akhirnya diputuskan dilanjutkan Jumat, 6 Juli 2018 mulai pukul 14.00 WIB.

Menurut Ketua DPRD Lampung Dedy Afrizal, penundaan dilakukan karena masih ada tiga fraksi di DPRD yakni Golkar, PKB dan PAN belum mengusulkan anggotanya untuk duduk menjadi anggota panitia khusus (pansus) dugaan politik uang dalam pilgub Lampung 2018.

"Dari rapat pimpinan dan ketua-ketua fraksi tadi, kami semua sepakat menunda pembentukan pansus sampai besok (hari ini) pukul 14.00 WIB. Karena masih ada tiga fraksi belum mengusulkan anggotanya yang akan duduk di pansus," kata Dedi Afrizal.

Dedi mengaku, jika besok ketiga fraksi tersebut tidak mengusulkan nama-nama anggotanya yang duduk menjadi anggota pansus, maka rapat pembentukan pansus tetap dilanjutkan.
"Besok kita dengarkan surat masuk soal usulan nama-nama dari fraksi-fraksi. Kalau tiga fraksi itu tetap tidak ada, kami akan jalan terus, karena pembentukan pansus ini sudah mendapat persetujuan awal dari fraksi-fraksi lain," jelasnya.

Dedi mengakui nantinya keputusan akhir pansus bukan dalam bentuk keputusan atau dalam bentuk peraturan daerah, tetapi hanya sebuah rekomendasi. "Nanti keputusan akhir pansus bukan dalam bentuk keputusan atau peraturan, tapi sifatnya hanya rekomendasi. Nah rekomendasi ini nanti akan menjadi catatan, ke depannya apakah untuk perbaikan aturan atau penguatan dalam pengawasan," kata Dedy.

Pembentukan pansus ini kata Dedy, bagian dari aspirasi masyarakat yang ditindaklanjuti lembaga DPRD, dan pihaknya ingin mendudukan persoalan. "Yang jelas kita tidak ingin ke depan terjadi lagi (dugaan politik uang), karena bisa merusak tatanan demokrasi," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved