Nasib Preman dan Begal di Era Presiden Soeharto, Dimasukkan Karung hingga Dihujani Tembakan

Setelah itu, mayat para begal itu dilempar begitu saja di pinggir jalan yang berada di tengah hutan.

Nasib Preman dan Begal di Era Presiden Soeharto, Dimasukkan Karung hingga Dihujani Tembakan
Tribun Lampung/Perdi
Sejumlah preman yang diamankan Polda Lampung dalam Operasi Cempaka I Krakatau 2015. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pada tahun 1980-an, saat itu aparat keamanan memang sedang dibuat gerah oleh maraknya aksi preman jalanan yang populer dengan sebutan gabungan anak liar (gali).

Lantas Polri melancarkan Operasi Sikat, Linggis, Operasi Pukat, Operasi Rajawali, Operasi Cerah, dan Operasi Parkit di seluruh wilayah Indonesia serta berhasil menangkap 1.946 penjahat.

Meski sudah banyak penjahat yang diringkus, operasi penumpasan kejahatan terus berlanjut.

Kolonel Hasbi saat itu (1983) menggelar Operasi Pemberantasan Keamanan (OPK) yang bekerja sama dengan intelijen AD, AU, AL dan kepolisian.

Informasi mengenai identitas para gali didapat dari masyarakat dan para gali yang sudah tertangkap.

Berdasar informasi itu tim OPK kemudian mendatangi lokasi gali yang menjadi buruannya kapan saja untuk ditangkap dan diseret ke penjara.

Tapi jika gali yang akan ditangkap berusaha lari atau melawan, tim OPK yang bersenjata senapan laras panjang dan pistol pun tak akan segan menembak mati.

Baca: Soroti Lampung, Kapolri: Kalau Tidak Bisa Atasi Begal, Kapolresnya Saya Begal

Untuk memberikan efek jera terhadap gali yang terus saja berbuat kejahatan, tim OPK biasanya melakukan penangkapan atau penggerebekan secara mendadak ala serbuan pasukan komando.

Para gali yang tertangkap bisa langsung dieksekui atau kemudian dimasukkan karung dalam kondisi hidup lalu dibawa pergi ke suatu tempat sepi menggunakan mobil dan baru dieksekusi.

Setelah itu, mayat para begal itu dilempar begitu saja di pinggir jalan yang berada di tengah hutan.

Halaman
1234
Penulis: Heribertus Sulis
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved