Nasib Preman dan Begal di Era Presiden Soeharto, Dimasukkan Karung hingga Dihujani Tembakan

Setelah itu, mayat para begal itu dilempar begitu saja di pinggir jalan yang berada di tengah hutan.

Nasib Preman dan Begal di Era Presiden Soeharto, Dimasukkan Karung hingga Dihujani Tembakan
Tribun Lampung/Perdi
Sejumlah preman yang diamankan Polda Lampung dalam Operasi Cempaka I Krakatau 2015. 

Bathi terkesiap dan jantungnya berdetak kencang ternyata karung-karung itu berisi para gali yang akan dieksekusi.

Bathi yang menyadari dirinya sedang berada di tengah para tim OPK yang sebenarnya juga terus memburu dirinya berusaha bersikap tenang.

Untung saja wajahnya tegangnya tersamar oleh gelapnya malam yang tanpa terang bulan itu.

Sepanjang perjalanan Rembang-Blora di tengah hutan jati yang sepi sejumlah karung diturunkan lalu dihujani tembakan dan karung yang bersimbah darah digelundungkan ke hutan.

Karung-karung berisi para gali itu terus diturunkan pada jarak tertentu lalu ditembak dan kemudian di lempar ke dalam hutan.

Bathi terpaksa turun di sebuah warung di pinggir jalan karena mobil pick up pengangkut sayur itu ternyata tidak ke Blora.

Pada 2012, Komnas HAM pernah mengumpulkan fakta-fakta tentang petrus.

Ketua Penyelidik peristiwa penembakan misterius tahun 1982-1985 Komnas HAM, Stanley Adi Prasetyo (kanan), menjelaskan kepada wartawan terkait hasil penyelidikan di kantor Komnas HAM Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2012). Komnas HAM meminta Jaksa Agung untuk segera menindak lanjuti hasil penyelidikan atas peristiwa Petrus.
Ketua Penyelidik peristiwa penembakan misterius tahun 1982-1985 Komnas HAM, Stanley Adi Prasetyo (kanan), menjelaskan kepada wartawan terkait hasil penyelidikan di kantor Komnas HAM Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2012). Komnas HAM meminta Jaksa Agung untuk segera menindak lanjuti hasil penyelidikan atas peristiwa Petrus. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Wakil Ketua Komnas HAM saat itu, Yosep Adi Prasetyo, menyatakan korban penembakan misterius atau akrab dikenal petrus terjadi pada kurun 1982-1985.

Para korban ada di semua daerah dan umumnya memiliki tato.

Uniknya, cara mereka tewas, dalam kondisi yang hampir sama.

Halaman
1234
Penulis: Heribertus Sulis
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved