Terlibat Kecelakaan Tunggal, 9 Polisi Huni Sel Propam Polda Lampung 28 Hari
Terlibat Kecelakaan Tunggal yang Tewaskan 1 Orang, 9 Polisi Huni Sel Propam Polda Lampung 28 Hari
Penulis: hanif mustafa | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sembilan dari 14 anggota Direktorat Sabhara Polda Lampung yang terlibat kecelakaan tunggal, Minggu (1/7) lalu, kini mendekam di sel penempatan khusus alias patsus.
Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Lampung menyatakan pengamanan ini bertujuan untuk pembinaan.
Kepala Bidang Propam Polda Lampung Komisaris Besar Hendra Supriatna mengungkapkan, pihaknya mengamankan sembilan polisi tersebut selama 28 hari ke depan.
"Bukan ditahan, tapi diamankan untuk dilakukan pembinaan," ujar Hendra, Senin (9/7).
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini masih dalam proses gelar perkara terhadap sembilan anggota Ditsabhara Polda itu.
"Pemeriksaan sudah, tinggal pemberkasan. Kemudian, membuat analisis kasus dan faktanya. Kemudian, berkas digelar kepada ankum-nya (atasan yang berhak menghukum). Baru ankum-nya membuat perangkat sidang," papar Hendra.
Terkait jeratan hukuman, Hendra menyatakan akan menunggu keputusan resmi.
"Sementara, baru (pelanggaran) disiplin. Kecuali, ada laporan terkait meninggalnya seseorang, itu beda lagi," katanya.
Pantauan Tribun, Senin sore, sembilan anggota Ditsabhara Polda tersebut dibariskan di depan Graha Wiyono Siregar Polda Lampung. Mereka diberi arahan dan sesekali diperintahkan melakukan push up.
Mobil merek Mitsubishi Strada Triton BE 9881 WD terbalik di Jalan Antasari, Bandar Lampung, Minggu (1/7) subuh lalu.
Sebelum terbalik, mobil berpenumpang total 15 orang itu memutar di U-Turn depan Bank Lampung.
Setelah memutar, mobil lantas melaju ke arah kanan hingga menabrak median jalan dan terbalik.
Seorang dari 15 penumpang meninggal, yaitu Bripda M Tio Fahmi. Ia mengalami pendarahan di telinga kanan dan cedera berat di kepala. (nif)
Kronologi
Warga Jalan Antasari, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, heboh, Minggu (1/7) subuh.
Warga kaget mendengar suara keras yang berasal dari arah jalan.
Suara itu ternyata suara benturan kendaraan roda empat.
Satu unit mobil merek Mitsubishi Strada Triton bernomor polisi BE 9881 WD rupanya terbalik, tepat di depan laundry (jasa cuci pakaian) Lovers, samping kantor PT Pos, Jalan Antasari.
Tabrani Rizal (44), penjual nasi uduk yang mangkal di samping kantor Pos, mengungkapkan, suara keras terdengar sekitar pukul 04.30 WIB.
"Kejadiannya sekitar jam setengah 5 subuh. Evakuasi mobil yang terbalik baru sekitar jam setengah 7 (06.30 WIB)," bebernya, Minggu pagi.
Rizal menjelaskan, mobil Mitsubishi Strada Triton itu awalnya memutar balik di U- Tturn Jalan Antasari, depan Bank Lampung.
"Mobil ini dari arah Sukarame, kemudian putar balik di depan Bank Lampung, menuju arah Sukarame lagi," tuturnya.
Mobil tersebut kemudian melaju kencang. Namun, ungkap Rizal, bukannya lurus mengikuti jalur kendaraan, mobil itu malah meluncur ke arah kanan.
"Pas di depan kantor Pos, ban sebelah kanan mobil nyerempet median jalan. Cukup panjang, sampai sekitar 50 meter. Akhirnya, pas di depan warung saya, mobil itu terbalik," bebernya.
Mobil tersebut, sambung Rizal, berhenti dalam posisi empat ban di atas, sedangkan kap kabin berada di bawah.
"Hancur pokoknya, kap mobilnya. Roda sebelah kirinya juga lepas," ujar Rizal.
"Saya kebetulan lagi di dalam ruko. Begitu dengar suara benturan keras, saya keluar," ujarnya.
Begitu membuka rolling door ruko, Lili melihat di hadapannya sudah ada mobil dalam posisi terbalik.
"Saya buka rolling door, di depan ruko sudah ada mobil Strada terbalik. Orang di dalam (ruko) pada keluar," katanya.
Bripda Tio Meninggal
Kepergian almarhum Bripda M Tio Fahmi, anggota Ditsabhara Polda Lampung, untuk selama-lamanya sangat mengejutkan pihak keluarga.
Tidak ada firasat apa pun dari pihak keluarga. Tio pamit bertugas piket malam seperti biasa pada Sabtu malam.
Nahas, mobil yang ditumpangi Tio beserta rekan-rekannya sesama polisi, terbalik di Jalan Antasari, Bandar Lampung, Minggu (1/7) pagi.
Suasana duka menyelimuti kediaman Bripda M Tio Fahmi, di Jalan Palem 3, Perumahan Polda Lampung 1, Kelurahan Beringin Raya, Kemiling, Senin (2/6) pagi.
Para pelayat baik dari lingkungan rumah almarhum, teman sejawat, maupun teman masa sekolah memenuhi rumah duka.
Tio, satu dari sembilan penumpang mobil Mitsubishi Strada Triton bernopol BE 9881 WD yang terbalik di Jalan Antasari, mengembuskan napas terakhir pada Minggu malam.
Mobil itu lepas kendali lantaran ban sebelah kanan kempes.
Tio mengalami koma dan dirawat intensif di RS Urip Sumoharjo. Setelah mengalami perawatan, anak pertama pasangan Iptu Bambang Irawan dan Beti Susanti itu, tidak dapat tertolong.
Tio disalatkan di Masjid Jami Al Isro' Kemiling, Senin sekitar pukul 09.00 WIB. Banyak dari para pelayat yang turut melaksanakan salat jenazah di masjid tersebut.
Kedua orangtua Tio tampak terlihat tidak kuasa menahan rasa sedih saat mengantarkan jenazah anak pertamanya tersebut untuk disalatkan.
Sang ayah, Iptu Bambang Irawan, tampak lemah lunglai saat berjalan menuju ke masjid didampingi beberapa rekannya.
Sementara ibu almarhum, Beti Susanti, tergopoh-gopoh menuju lokasi masjid yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah duka. Isak tangis pun pecah saat Beti sampai di pelataran masjid.
Ia terus menangisi kepergian putra sulungnya tersebut.
Tio akhirnya dimakamkan sekitar pukul 10.15 WIB di Pemakaman Umum, Jl Ratu Dipuncak Gg Al-Ikhlas Durian Payung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mobil-terguling-karena-lakalantas-di-jl-antasari_20180701_215203.jpg)