Pilgub Lampung 2018

Saksi Ahli: Sulit Buktikan Politik Uang di Pilgub Lampung

Polemik mengenai TSM terus meruncing. Handoko kembali mengejar dugaan pembagian uang yang masif.

Saksi Ahli: Sulit Buktikan Politik Uang di Pilgub Lampung
Tribun Lampung/Beni Yulianto
Suasana sidang kasus dugaan pelanggaran administrasi politik uang secara terstruktur, sistematis, masif (TSM) dalam Pilgub Lampung 2018 di kantor Bawaslu, Kamis, 12 Juli 2018 malam. 

“Jadi yang dilaporkan harus pakai prinsip piramida. Yaitu semua bukti, semua saksi harus membuktikan mengarah ke pasangan calon. Kalau tidak, pengadilan ini tidak bisa memberikan hukuman apa-apa. Kalau ada satu, dua, atau tiga terbukti, paling majelis membawa ke Gakkumdu menindak pidana pemilu. Tindak  pidana itu sifatnya individual responsibility. Siapa yang berbuat, dihukum. Kalau tidak bisa membuktikan itu, jangan salahkan diri sendiri. Tidak mudah membuktikan sesuatu itu TSM,” jelasnya.

Menurut dia, jika tidak bisa dibuktikan, unsur TSM bisa dikaitkan dengan hasilnya. “Maka saya bilang beratnya minta ampun pembuktian TSM itu,” katanya.

Sementara Nurhidayat menjelaskan mengenai proses penanganan perkara oleh penyelenggara pemilu. Semua pelanggaran wajib ditindaklanjuti.

“Semua harus diproses. Bahkan dihentikan pun, itu diproses dalam UU,” katanya. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved