Komplotan Spesialis Penodong di Tanggamus Ini Incar Pengunjung Pantai

Mereka bersama komplotannya tercatat sebagai spesialis pelaku curas di wilayah Kecamatan Kota Agung Timur.

Komplotan Spesialis Penodong di Tanggamus Ini Incar Pengunjung Pantai
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Dua spesialis penodong ini diamankan di Mapolres Tanggamus. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Tekab 308 Polres Tanggamus berhasil menangkap dua pelaku spesialis penodong yang beraksi di tempat-tempat rekreasi. 

Kedua tersangka tersebut berinisial OG (18) dan SU (21), warga Pekon Umbul Buah, Kecamatan Kota Agung Timur. 

"Keduanya ditangkap di pertigaan antara jalur Makam Pahlawan Bahagia Pekon Kagungan, Kecamatan Kota Agung Timur," kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana, Jumat, 13 Juli 2018.

Devi menambahkan, keduanya menjadi buron karena sudah tujuh kali beraksi. Mereka bersama komplotannya tercatat sebagai spesialis pelaku curas di wilayah Kecamatan Kota Agung Timur.

Baca: Bayi di Batam Ini Punya Wajah Dua

Ketujuh aksinya itu dilakukan dalam kurun waktu 2017-2018. Rinciannya, di Way Sumpuk, Pekon Umbul Buah pada November 2017, Desember 2017, dan Januari 2018.

Selain itu, di Batu Siluman Pekon Ketapang pada Februari 2017, Kompleks Pemkab Tanggamus pada Juni 2017, Agustus 2017, dan Desember 2017.

Penangkapan keduanya berawal dari laporan korban Rendi Saputra (19), warga Pekon Sidomulyo, Kecamatan Sumber Rejo, pada 28 Juni 2018.

Devi menjelaskan, modus tersangka bersama komplotannya dengan cara mengancam, menakut-nakuti kemudian, mengambil paksa barang berharga milik korban.

Baca: Saksi Ahli: Sulit Buktikan Politik Uang di Pilgub Lampung

"Keduanya spesialis penodong dengan sasaran masyarakat yang sedang jalan-jalan ke pantai atau sedang pacaran. Mereka selalu menggunakan sajam untuk mengancam membunuh korban jika berteriak," jelas Devi. 

Barang bukti yang diamankan dari para tersangka berupa ponsel Xiaomi, Oppo A37, dan Nokia 103. Polisi akan terus mengejar anggota komplotan lainnya.  

Dari pengakuan kedua tersangka,  hasil kejahatannya dipergunakan untuk foya-foya dan membeli pakaian. Keduanya dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved