Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Sempat Terjadi 398 Letusan

Selain letusan, juga terjadi gempa tremor terus-menerus yang terekam dengan amplitudo mencapai 2-45 mm.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Sempat Terjadi 398 Letusan
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada September 2012 silam. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJABASA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dalam beberapa hari terakhir semakin meningkat.

Dari data Vulcano Activity Report (VAR) pada Sabtu, 14 Juli 2018, hingga pukul 24.00 WIB, tercatat terjadi 398 letusan dari kawah gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu. Amplitudo letusan mencapai 24-58 mm dan durasi 20-279 detik.

Selain letusan, juga terjadi gempa tremor terus-menerus yang terekam dengan amplitudo mencapai 2-45 mm. Tremor paling dominan memiliki amplitudo 20 mm.

Menurut Andi Suardi, kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, suara dentuman letusan GAK terdengar dari pos dan disertai getaran.

Baca: Terkait Kasus Eni Saragih, Rumah Dirut PLN Digeledah KPK

Dari CCTV, lanjutnya, pada malam hari terpantau adanya guguran lava pijar ke arah selatan dan timur. Tampak pula sinar api dengan ketinggian 200 meter dari atas puncak gunung yang memiliki ketinggian 305 meter di atas permukaan laut tersebut.

“Kalau siang hari, GAK terselimuti kabut. Asap pada kawah gunung tidak terpantau secara langsung. Namun, dari letusan ini ada asap kawah yang mengandung debu vulkanik dari aktivitas gunung,” kata Andi, Minggu, 15 Juli 2018.

Andi mengatakan, sejak 18 Juni lalu aktivitas GAK berfluktuatif. Pada awal terjadinya peningkatan aktivitas bahkan sempat terpantau adanya asap dari kawah dengan ketinggian mencapai 1.000 meter.

“Sejauh ini, untuk STA Krak 1 dan STA Krak 3 off. Kondisi laut di sekitar kawasan gunung juga cukup tenang,” ujarnya.

Baca: Setelah Bunuh Kedua Anaknya, Wanita Ini Tusuk Perutnya Sendiri

Menurut pria yang sejak 1995 menjadi petugas pemantau GAK di pos Desa Hargo Pancuran ini, hingga saat ini GAK masih berada pada level II alias waspada.

Nelayan dan pengunjung dilarang mendekati puncak GAK dalam radius 1-2 kilometer.

“Untuk akhir pekan ini, secara visual aktivitas GAK tidak terpantau karena kabut. Untuk aktivitasnya masih terus aktif dan berfluktuasi. Untuk Vulcano Activity Report melalui data seismograf dan data CCTV baru akan bisa diketahui setelah pukul 24.00 WIB,” terang Andi. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved