Terlihat Lontaran Lava Pijar di Gunung Anak Krakatau

Status GAK masih pada level II atau waspada. Para nelayan dan pengunjung dilarang mendekati kawah pada radius 1-2 kilometer.

Terlihat Lontaran Lava Pijar di Gunung Anak Krakatau
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada September 2012 silam. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJABASA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masih fluktuatif. Hingga pukul 24.00 WIB, Selasa, 17 Juli 2018 lalu, data Vulcano Activity Report (VAR) mencatat masih terjadi 272 letusan.

Andi Suardi, kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, mengatakan, gunung diselimuti kabut. Sehingga kawah GAK yang sedang aktif tidak teramati secara visual.

Pada malam hari, dari rekaman CCTV terlihat adanya lontaran lava pijar ke segala arah serta guguran lava pijar. Juga terdengar dentuman letusan dan getaran yang dirasakan hingga pos PGA.

Baca: Hendak Dijual, Bonsai Senilai Rp 15 Juta Milik Warga Yukum Jaya Raib

“Kondisi GAK masih aktif, dan masih fluktuatif aktivitasnya,” kata Andi, Rabu, 18 Juli 2018.

Selain letusan dengan amplitudo mencapai 21-53 mm dan durasi 18-165 detik, juga teramati adanya embusan kawah sebanyak 130 kali dengan amplitudo 3-32 mm dan durasi 15-180 detik.

Baca: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Sempat Terjadi 398 Letusan

Untuk gempa vulkanik dangkal tercatat 38 kali dengan amplitudo 3-30 mm dan durasi 5-15 detik. Lalu gempa vulkanik dalam 2 kali dengan amplitudo 29-30 mm, S-P 1-1,5 detik dan durasi 10-20 detik.

Status GAK masih pada level II atau waspada. Para nelayan dan pengunjung dilarang mendekati kawah pada radius 1-2 kilometer. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved