Anak Usia 14 atau 15 Tahun Kok Dinikahkan, LPPA Dorong Polisi Tuntaskan Adat Larian dengan KUHP

pernikahan di bawah umur dilarang keras dalam undang - undang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Anak Usia 14 atau 15 Tahun Kok Dinikahkan, LPPA Dorong Polisi Tuntaskan Adat Larian dengan KUHP
Penyidik Satreskrim Polres Tuba berkoordinasi dengan tokoh adat Megou Pak terkait kasus kawin lari ES. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MENGGALA - Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Tulangbawang Agustinus menegaskan, pernikahan di bawah umur dilarang keras dalam undang - undang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernikahan dibawah umur di era saat ini dinilai dapat memberikan dampak buruk bagi para pelakunya.

Baca: Pengumuman Hasil Seleksi Jalur Mandiri Unair 2018 Sudah Keluar, Linknya Bisa Dilihat di Sini!

Baca: Rencana Alih Fungsi Lahan, Warga Pasar Griya Sukarame Mengadu ke Ombudsman

Agus menjelaskan, pernikahan di bawah umur diancam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Pasal 81 ayat 1 tahun 2014, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Dan barang siapa dengan sengaja membawa dan melarikan anak perempuan dibawah umur bisa dikenakan pidana KUHP Pasal 332 ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

"Bila dikaitkan dengan lembaga LPPA. Pernikahan atau membawa lari anak gadis di bawah umur itu melanggar hukum dan bisa dipidana. Undang - undangnya dan ancaman hukumannya sangat jelas," ujar Agustinus.

Ketua GANN (Gerakan Anti Narkoba Nasional) Kabupaten Tulangbawang itu menambahkan, menyikapi persoalan "larian" di bawah umur yang terjadi saat ini, LPPA mendorong agar pihak Polres Tulangbawang memprosesnya menggunakan hukum KUHP yang berlaku.

"Lembaga Perlindungan Anak tentunya berharap polisi bisa mengambil langkah tepat. Yakni memproses laporan dari orangtua yang melaporkan kehilangan anaknya setelah 1 x 24 jam. Meskipun diketahui anaknya diambil oleh orang yang berniat akan menikahinya atau larian,"terangnya

"Hukum adat itu digunakan dalam tujuan penyeimbang. Dan harus dilihat bentuk masalah dan kasusnya. Ini ada anak usia 14 atau 15 tahun kok akan dinikahkan. Mestinya hal ini disikapi dengan bijak. Jangan sampai anak kecil sudah menikah. Masa depannya nanti bagaimana,"paparnya. (endra)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved