Pilgub Lampung 2018

Pilgub Lampung 2018, Hasil Sidang Nyatakan Arinal-Nunik Tak Terbukti Lakukan Politik Uang

Sidang dugaan politik uang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pilgub Lampung 2018, memutuskan bahwa pasangan calon

Pilgub Lampung 2018, Hasil Sidang Nyatakan Arinal-Nunik Tak Terbukti Lakukan Politik Uang
TRIBUN LAMPUNG/noval andriansyah
Bawaslu Lampung mengadakan konferensi pers, di kantor Gakkumdu, Kamis (19/7/2018). Konferensi pers digelar seusai sidang dugaan politik uang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pilgub Lampung 2018. 

Ahmad Handoko juga memastikan, pihaknya akan melakukan keberatan ke Bawaslu RI.

“Atas keputusan ini, kami akan mengajukan keberatan ke Bawaslu RI,” kata Ahmad Handoko.

Handoko mengatakan, pengajuan banding keberatan tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas hasil putusan sidang di Sentra Gakkumdu.

“Kami menghormati putusan Bawaslu Lampung. Tetapi, kami sangat kecewa dengan putusan tersebut. Karena mengabaikan fakta adanya politik uang. Pertimbangan hukum majelis sangat dangkal dan jauh, serta tidak mencerminkan sebagai penyelenggara pemilu. Sehingga, kami akan mengajukan keberatan ke Bawaslu RI setelah mendapat salinan putusan,” tegas Ahmad Handoko.

Sementara, kuasa hukum Arinal Djunaidi-Chusnunia sebagai terlapor, Andi Syafrani mengatakan, hasil putusan majelis pemeriksa dalam sidang dugaan politik uang pada Pilgub Lampung 2018 sudah sesuai fakta persidangan.

“Harusnya, tidak ada lagi alasan yuridis menolak hasil pilkada ini. Karena, semua sudah dilakukan. Bahwa memang masih ada satu langkah lagi ke Bawaslu RI, itu hak pelapor. Tetapi, kami mengingatkan lagi, secara yuridis, tidak ada lagi yang bisa diterima. Sebaiknya, kita bisa secara legawa menerima semua proses ini, menerima juga hasil yang ditetapkan KPU terkait hasil pilkada,” ucap Andi Syafrani.

Baca: Tayang di 2 Bioskop Lampung, Inilah 22 Fakta Terkait Film 22 Menit. Sampai Gunakan Teknologi CGI

Menghadapi pengajuan keberatan para pelapor ke Bawaslu RI, Andi mengungkapkan, pihaknya akan mengajukan kontra memori dari keberatan yang disampaikan.

“Sifatnya, kami menunggu,” kata Andi Syafrani. (noval andriansyah)

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved