BREAKING NEWS LAMPUNG

VIDEO: Sidang Selesai, Arinal-Nunik Tidak Terbukti Lakukan Politik Uang di Pilgub Lampung

Majelis pemeriksa menilai bukti-bukti yang diajukan oleh terlapor pertama tidak memenuhi unsur TSM dalam Pilgub Lampung 2018.

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Majelis pemeriksa memutuskan pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Halim (Nunik) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam Pilgub Lampung 2019.

Majelis pemeriksa menolak tuntutan pelapor pertama dan kedua dalam sidang  pemeriksaan pelanggaran administrasi TSM di kantor Gakkumdu Lampung, Kamis, 19 Juli 2018.

Majelis pemeriksa menilai bukti-bukti yang diajukan oleh terlapor pertama tidak memenuhi unsur TSM.

Sebelumnya, persidangan kasus dugaan pelanggaran administrasi politik uang secara terstruktur, sistematis, masif (TSM) dalam Pilgub Lampung 2018 di kantor Bawaslu menghadirkan saksi ahli dari terlapor.

Tiga saksi ahli tersebut adalah mantan Ketua MK yang juga pakar hukum tata negara dan konstitusi Hamdan Zoelfa, akademisi dan pengamat hukum tata negara Refly Harun, dan Nurhidayat S, mantan ketua Bawaslu 2008-2011 yang juga anggota dan juru bicara Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Ini bagaimana bukan relawan, tidak bisa dibuktikan ada perintah calon, tapi massif,” kata kuasa hukum pelapor 1, Ahmad Handoko.

Baca: Saksi Ahli: Sulit Buktikan Politik Uang di Pilgub Lampung

“Kita jangan menduga-duga. Harus jelas, terorganisir. Di Gorontalo pernah ada kasus. Dia lapor, bersaksi atas perintah calon yang menang. Tapi, ternyata itu atas perintah calon yang kalah,” timpal Hamdan.

”Ini kejadian. Jangan sampai seperti itu. Tidak boleh seorang pun dirugikan oleh pelanggaran yang saya lakukan. Tindakan kita tanpa sepengetahuan dia, tapi merugikan dia. Jadi harus sistemik. Harus ada perintah. Harus ada organisasinya,” jelasnya.

Polemik mengenai TSM terus meruncing. Handoko kembali mengejar dugaan pembagian uang yang masif.

Halaman
123
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved