Kejati Lampung Tangani 2.388 Perkara Hingga Pertengahan Juli 2018

Pada bulan Januari hingga Juli 2018, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung di Bandar Lampung telah menangani surat perintah dimulainya penyidikan (

Kejati Lampung Tangani 2.388 Perkara Hingga Pertengahan Juli 2018

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pada bulan Januari hingga Juli 2018, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung di Bandar Lampung  telah menangani surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) sebanyak 2.388 perkara.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Susilo Yustinus saat press gathering di Kejaksaan Tinggi, Jumat 20 Juli 2018.

Baca: Potongan Rambut Baru, Nagita Slavina Makin Awet Muda Mirip Artis Korea

Baca: Kurang Konsumsi Air Putih Picu Radang Tenggorokan?

"Berkas ini untuk penanganan perkara tindak pidana umum, yang mana ada dari beberapa penyidik Polisi maupun PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil), yang mana secara keseluruhan berkas ada 2.388 perkara," ungkap Susilo.

Meski demikian, kata Susilo berkas yang baru masuk pada tahap pertama hanya sebanyak 2.836 perkara.

"Dari berkas tersebut setelah diteliti Jaksa dan yang sudah memenuhi syarat P21 atau berkas ungkap yang bisa disidangkan ada 2.522 perkara," jelasnya.

Sementara untuk tahap II dengan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke jaksa penutut umum sebanyak 2.339.

"Nah untuk berkas yang sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri sebanyak 2.305, sisanya ada 34 berkas dan saat ini masih dalam proses," tukasnya.

Susilo pun mengaku, dari sekian banyak kasus yang sudah masuk proses kejaksaan dan pengadilan paling banyak didominasi kasus narkotika.

"Di wilayah Lampung paling banyak masuk proses kejaksaan dan pengadilan itu adalah kasus narkotika yakni sebanyak 552 kasus," ujar Susilo.

Kemudian, kata Susilo, pada peringkat kedua kasus didominasi oleh kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 289 perkara.

"Nah peringkat ketiga ini pencurian dengan kekerasan sebanyak 113 perkara, lalu dilanjutkan peringkat keempat sebanyak 78 kasus penggelapan, lalu 77 perkara perlindungan anak," tuturnya.

Susilo membeberkan, untuk peringkat keenam kasus didominasi oleh perjudian dengan kasus sebanyak 32 perkara. Serta kepemilikan senjata api sebanyak 31 perkara.

"Untuk penganiyaan berat ada 17 kasus, terhadap nyawa orang 13 perkara dan terakhir 11 kasus pemerasan," tutupnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved