Pemkab Undang Suku Baduy Bangun Rumah Adat di Tubaba

Kang Yadi dan enam rekannya tengah asyik merangkai anyaman bambu yang dipotong tipis untuk membuat dinding rumah suku baduy

Pemkab Undang Suku Baduy  Bangun Rumah Adat di Tubaba

Untuk menjaga eksistensi dan keaslian rumah baduy, Pemkab Tubaba sengaja mendatangkan orang baduy dan material rumah dari tempat asalnya di Baduy, Banten, Jawa Barat.

"Kami meminjam kearifan baduy dalam sebuah kawasan hunian yang kami beri nama Uluan Nughik," jelas Umar.

Uluan Nughik Tubaba memang tak kenal sepenuhnya falsafah rumah baduy.

Namun, menurut Umar, setidaknya Tubaba berupaya untuk mencintai konektivitas antara manusia dan alam yang sudah dijalankan orang baduy sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun lamanya.

Karenanya, Tubaba meminjam falsafah itu dengan meletakkan rumah baduy di Tubaba sebagai media belajar tentang kearifan lokal baduy.

"Paling tidak rumah baduy di uluan nughik Tubaba ini bisa menjadi cermin dan reflektif yang membawa pesan moral terhadap alam semesta dan seisinya," kata Umar.

Selain rumah baduy, Tubaba juga ingin mengadopsi gagasan hutan larangan yang ada di baduy.

Tubaba akan membuat semacam hutan larangan yang diberi nama Las Sengok.

Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan menambahkan, Las Sengok dalam bahasa Lampung di istilahkan sebagai hutan kutukan yang dilarang untuk dijamah manusia.

Mengadopsi gagasan hutan larangan baduy, Las Sengok nantinya akan dijadikan tempat untuk pelestarian kayu-kayuan, alang-alang, bambu, ijuk, dan pepohonan lainnya.

"Di baduy, hutan larangan ini sangat sakral. Hanya orang tertentu yang bisa masuk. Tidak boleh merusak alam. Nah di Tubaba akan dibuat semacam hutan larangan itu yang dinamai Las Sengok yang dalam bahasa Lampung itu bermakna hutan kutukan," kata Fauzi Hasan.

Nantinya, Las Sengok Tubaba akan menanam berbagai jenis kayu, ijuk, bambu, dah alang-alang.

"Disitu nanti akan ditanami tumbuhan penghijauan seluas-luasnya. Fungsinya adalah untuk membagikan oksigen bagi umat manusia," tandas ketua Dewan Kesenian Tubaba ini. (endra zulkarnain)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved