Dianggap Mengganggu, 10 Kios Permanen PKL Ditertibkan Tim Gabungan

Para anggota Bapol PP terlihat menertibkan para pedagang yang berjualan di bahu jalan dengan membongkar dan memindahkan tempat jualan.

Dianggap Mengganggu, 10 Kios Permanen PKL Ditertibkan Tim Gabungan
Tribunlampung/Eka

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 10 kios pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jl. Pemuda (samping rel kereta api) baik yang permanen maupun tidak, berhasil ditertibkan oleh tim gabungan TNI, polisi, dan Bapol PP Kota Bandar Lampung, Senin (23/7).

Berdasarkan pantauan, para anggota Bapol PP terlihat menertibkan para pedagang yang berjualan di bahu jalan dengan membongkar dan memindahkan tempat jualan sekitar pukul 10.30 wib.

Baca: VIDEO - Arus Penyeberangan Bakauheni Terpantau Lengang

Penertiban dilakukan karena keberadaan pedagang dinilai mengganggu dari pada arus kendaraan yang melintas sehingga menimbulkan kemacetan.

Baca: VIDEO - Bakso Golden Nikmatnya Paripurna Tanpa Pengawet dan MSG

"Ya untuk hari kita lebih fokus di sepanjang Jl. Pemuda mulai dari perempatan Ramayana sampai pertigaan (depan Chandra)," tutur Kabid Tibum Satpol PP Kota Bandar Lampung, Jan Roma, di sela-sela pelaksanaan penertiban, Senin (23/7).

Menurutnya, sasaran penertiban dilakukan terhadap kios-kios baik yang masih dimanfaatkan maupun yang tidak terpakai lagi. "Lalu, lapak pangkalan ojek yang dapat mengganggu arus lalu lintas untuk hari ini langsung dibereskan," ungkapnya.

Penertiban yang dilakukan adalah merupakan panggilan tugas. Artinya, ada laporan atau tidak ada laporan, apalagi menyangkut keselamatan maka dilaksanakan.

"Ini juga karena sisihnya pihak PJKA karena ini menyangkut keselamatan. Ketika kereta lewat masyarakat berdagang di jalan. Lalu, kendaraan dihadapkan dengan situasi maju kena mundur kena mau tidak mau memicu terjadinya kecelakaan," paparnya.

Pihaknya juga memohon maaf kepada baik para pedagang dan juga masyarakat di seputaran jalan tersebut jika dalam pelaksanaannya ada yang kurang berkenan dengan tindakan tersebut.

"Tetapi ini semata-mata demi kebaikan semua. Bukan hanya pemerintah tapi masyarakat juga. Begitu juga keselamatan mempermudah arus lalu lintas baik motor, mobil, dan kereta api," tuturnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved