BREAKING NEWS LAMPUNG

Tak Ada Respons Pemkot, Massa Pengunjuk Rasa Diminta Bubar

Puluhan orang yang menggelar aksi atas keadilan warga Pasar Sukarame diminta membubarkan diri

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Puluhan orang yang menggelar aksi atas keadilan warga Pasar Sukarame diminta membubarkan diri setelah diketahui tidak memiliki surat izin menggelar aksi demonstrasi.

"Saya jalan ke sini dan menanyakan surat izin aksi, ternyata memang tidak ada, maka kami minta untuk pulang," ujar Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung Mansi yang turun di tengah massa, Senin 23 Juli 2018.

Baca: Jadwal Juventus Vs Bayern Munchen di IIC 2018 Live TVRI & INews TV - Cristiano Ronaldo Tak Main

Baca: Blood Moon 27 Juli 2018, Fakta Wajib Diketahui Saat Menyaksikan Gerhana Bulan Total

Menurutnya, aksi kali ini akan percuma lantaran tidak akan ada jawaban karena para pejabat sedang dinas luar.

"Nyatanya kayak gini, kasihan kalau dibiarkan saja, karena gak ada yang menyambut. Dari pada capek, mereka sejak dari pagi, Pak Sekda nggak ada asisten satu nggak ada, semua nggak ada, sedang tugas luar," ucapnya.

Terkait soal keadilan atas kekerasan yang terjadi kepada warga Griya Sukarame saat penggusuran, Mansi menanggapi bahwa itu alasan warga untuk minta ganti rugi.

"Hanya alasan, nggak ada yang diinjak-injak, anggota kami sudah sampaikan semua jangan anarkis," ujarnya.

Karena tak mendapat respons dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, warga pun bergegas menuju ke DPRD Kota Bandar Lampung.

"Ya silahkan saja bila ke DPRD, silahkan nuntut kemana saja, itu tanah pemda dari tahun 1993, sudah lama, silakan ke DPRD karena nggak ada tanggapan di sini," tutupnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggusur Pasar Griya, kemarin Jumat 20 Juli 2018. Penggusuran berakhir ricuh karena warga yang didampingi sejumlah aktivis mahasiswa bentrok dengan aparat.

Dalam bentrokan tersebut, sebanyak 11 orang dibawa ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Salah satu di antara korban didagnosis patah kaki.

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved