Kepergok Ngemall di Jam Kerja, 3 Oknum Pegawai Honorer Sampai Salah Sebut Nama Camat

Dimana saat terkena razia tim di area Ramayana, mereka mengaku sebagai staf Kecamatan Bukit Kemuning.

Kepergok Ngemall di Jam Kerja, 3 Oknum Pegawai Honorer Sampai Salah Sebut Nama Camat
Tribunlampung/Anung

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sejumlah oknum pegawai Kabupaten Lampung Utara (Lampura) berusaha mengelabui tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN), saat terjaring razia, Selasa (24/7/2018).Seperti yang dilakukan ketiga oknum pegawai honorer DPRD setempat.

Dimana saat terkena razia tim di area Ramayana, mereka mengaku sebagai staf Kecamatan Bukit Kemuning. Namun saat ditanya siapa nama sang camat, salah satu dari mereka menjawab sosok yang salah.

Baca: Asian Games 2018: Fakta Menarik dibalik Asian Games yang Perlu Anda Ketahui

"Nama camat pak Imam Sampurna,"cetus salah satu wanita berambut panjang itu.
Sontak saja, jawaban itu memancing tawa karena yang sebenarnya kini yang menjabat camat Bukit Kemuning adalah Heri Firdaus.

Mengetahui hal itu, tim pun meminta mereka untuk jujur bekerja di instansi mana. Merasa terpojok, ketiganya pun akhirnya jujur bekerja di Sekretariat DPRD.

Diketahui, Tim GDN Lampura menggelar razia bagi pegawai yang berkeliaran saat jam kantor. Razia dimulai dari Pasar Sentral Kotabumi, lalu dilanjutkan ke pelataran parkir Ramayana, dan terakhir di Pasar Pagi Kotabumi.

Baca: Kapolresta Sebut Jumlah Tindak Pidana Medio januari-Juni 2018 Turun 21 Persen

Hasilnya, 15 pegawai terjaring dan didata oleh tim untuk selanjutnya akan diberikan pembinaan.

Inspektur Kabupaten, Mankodri, usai razia mengaku dari jumlah yang terjaring, sebagian besar merupakan guru.

"Hasil kita razia hari ini, ada 15 pegawai. Ada beberapa guru. Sudah didata, dan akan dilakukan pembinaan,"ujarnya.

Baca: Inilah 10 Daftar Film Indonesia yang Bakal Tayang Bulan Agustus. Ada Film Favoritmu di Sini?

Menurut Mankodri, pihaknya akan terus melakukan razia terhadap para ASN di Lampura."Kegiatan ini akan kami lakukan bereksinambungan,"ujarnya.

Sementara itu, Rosmi salah satu guru di Kecamatan Abung Selatan yang terjaring razia saat berada di warung penjual tekwan di Kotabumi, mengaku saat itu dirinya tidak ada jam mengajar sehingga dirinya memilih untuk singgah diwarung penjual tekwan."Kebetulan lagi nggak ada jam mengajar mas,"singkatnya. (ang)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved