UKM dan Pokdarwis Harus Dilibatkan dalam Lampung Selatan Fair 2018

Padahal, kata Zulfahmi, para pelaku UKM ini seharusnya dilibatkan langsung dengan mengawal produk yang dipamerkan.

UKM dan Pokdarwis Harus Dilibatkan dalam Lampung Selatan Fair 2018
lampungselatanfair.com
Lampung Selatan Fair 2018 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Lampung Selatan Fair 2018 merupakan sebagai salah satu ajang untuk mempromosikan berbagai potensi daerah memang perlu dilakukan.

Namun, menurut akademisi STIE Muhammadiyah Kalianda Zulfahmi Sengaji, ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian dari pemerintah daerah.

Pertama, dalam beberapa pergelaran Lampung Selatan Fair sebelumnya sangat jarang pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang mengelola wisata berbasis pemberdayaan masyarakat dilibatkan secara langsung.

Baca: Ada Festival Lintas Agama di Lampung Selatan Fair 2018

Padahal, kata Zulfahmi, para pelaku UKM ini seharusnya dilibatkan langsung dengan mengawal produk yang dipamerkan.

“Tujuannya kan melalui pameran ini, produk yang dipamerkan akan bisa dikenal dan memiliki pasar yang bisa lebih luas. Harusnya pelaku usahanya diikutkan. Mereka akan bisa menyerap berbagai informasi untuk pengembangan produknya ke depan,” terang Zulfahmi, Selasa, 24 Juli 2018.

Karena dengan hadirnya langsung pelaku usaha UKM, imbuhnya, mereka akan bisa berinteraksi langsung dengan calon konsumen. Dan tidak jarang, akan ada masukan dari konsumen untuk produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku UKM ini.

Baca: Objek Wisata Pantai Diperkirakan Ramai, Waspada 2 Titik Macet di Jalinsum Lampung Selatan

Kondisi yang sama juga perlu bagi pokdarwis. Dengan melibatkan langsung, pokdarwis ini akan mendapatkan berbagai informasi guna mengembangkan kawasan wisata yang dikelola. Mereka pun akan bisa mengetahui apa yang menjadi harapan konsumen.

Tidak kalah pentingnya, lanjut Zulfahmi, pembinaan pascapameran kepada para pelaku usaha. Seringkali, setelah pameran para pelaku UKM dan pokdawis ini tidak lagi mendapatkan pembinaan berkelanjutan. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved