Diduga Korupsi Dana Desa Rp 542 Juta, Kades di Lampung Selatan Ditahan

Haryono diduga telah menyelewengkan 60 persen DD 2017 tahap I Rp 479.841.906 dan ADD Rp 248 juta.

Diduga Korupsi Dana Desa Rp 542 Juta, Kades di Lampung Selatan Ditahan
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi korupsi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MERBAU MATARAM – Polres Lampung Selatan akhirnya menahan Haryono, kepala Desa Talang Jawa, Kecamatan Merbau Mataram. Haryono menjadi tersangka sejak 5 Juli 2018 lalu dalam kasus dugaan penyelewengan dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD) tahun anggaran 2017.

“Dari hasil penyidikan yang kita lakukan, sudah kita temukan dua alat bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan status tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Efendi, Kamis, 26 Juli 2018.

Penahanan dilakukan memudahkan pemeriksaan dan menghindari tersangka melarikan diri atau menghilangkan alat bukti.

Baca: Andi Surya: Dana Desa Jangan Dihemat Tapi Tidak Boleh Dikorupsi

Haryono diduga telah menyelewengkan 60 persen DD 2017 tahap I Rp 479.841.906 dan ADD Rp 248 juta. Dari total jumlah dana tersebut, Haryono baru mengeluarkan dana Rp 189 juta untuk pembayaran siltrap aparat desa.

Menurut mantan kasat reskrim Polres Tulangbawang itu, dalam kasus ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dari aparatur desa dan saksi lainnya.

Baca: 105 Desa di Lampung Utara Belum Dapat Dana Desa 2018

Hariyono diduga melakukan penyelewengan DD 2017 untuk pencairan tahap I sebesar 60 persen dengan nilai mencapai Rp 479,8 juta dan ADD sebesar Rp 248 juta.

“Dari hasil audit BPKP, ada kerugian negara sebesar Rp 542,7 juta lebih,” terang Efendi.

Tersangka akan dijerat pasal 2 dan atau 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang sudah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved