Sidang Politik Uang Pilgub Dipercepat, 4 Napi Dituntut 38 Bulan Penjara

Gunawan menuturkan, pembelaan akan menekankan pada fakta hukum. Di mana uang yang diberikan oleh Masagus Intan bukan semata-mata politik uang.

Sidang Politik Uang Pilgub Dipercepat, 4 Napi Dituntut 38 Bulan Penjara
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Sidang perkara dugaan politik uang dalam Pilgub Lampung 2018 di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis, 26 Juli 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang mempercepat sidang perkara dugaan politik uang dalam Pilgub Lampung 2018.

Empat terdakwa yang merupakan narapidana Lapas Rajabasa menjalani sidang tuntutan di Ruang Candra PN Tanjungkarang, Kamis, 26 Juli 2018.

Keempatnya yakni Apin (33) Suhaimi (36), Mawardi (45), dan Masagus Intan Darmawan (46).

Saat membacakan tuntutan, jaksa penuntut umum M Randy Al Kaisya mengatakan, keempatnya dijerat pasal 187 A ayat 2 jo pasal 73 ayat 4 UU RI No 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi UU.

Baca: Ketua Bawaslu Lampung Putuskan Pasangan Arinal Nunik Tidak Terbukti Politik Uang

"Dengan hukuman 3 tahun 2 bulan dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan," ucap Randy.

Majelis hakim yang diketuai Riza Fauzi mengatakan, sidang dilanjutkan dengan pembelaan. Namun, karena penasihat hukum terdakwa belum siap, maka sidang diskors.

"Baik, sidang diskors dua jam. Ya kira-kira jam 16.30 WIB, karena menunggu pleidoi dari penasihat hukum," ucap Riza sembari memukul palu.

Terpisah, kuasa hukum empat terdakwa Gunawan Raka mengatakan, JPU telah membuat tuntutan kurungan 38 bulan dengan denda Rp 200 juta.

"Masing-masing sama, baik penerima atau pemberi, dan kami sedang mempersiapkan pembelaan," tegasnya.

Gunawan menuturkan, pembelaan akan menekankan pada fakta hukum. Di mana uang yang diberikan oleh Masagus Intan bukan semata-mata politik uang.

"Tapi sebagai sedekah. Jadi kalau melihat surat tuntutan yang diajukan masih berdasar BAP. Padahal BAP-nya sudah dicabut para saksi dan terdakwa terperiksa karena tidak sesuai fakta. Jadi tidak sinkron," tutupnya.

Baca: Pilgub Lampung 2018, Hasil Sidang Nyatakan Arinal-Nunik Tak Terbukti Lakukan Politik Uang

Gara-gara uang sebesar Rp 250 ribu, empat tahanan Lapas Rajabasa menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu, 25 Juli 2018.

Mereka adalah Apin (33), warga Telukbetung yang menjadi tahanan kasus narkoba; Suhaimi (36), warga Kaliawi yang menjadi tahanan kasus pembunuhan; Mawardi (45), warga Tanjungkarang Timur yang menjadi tahanan kasus narkoba; dan Masagus Intan Darmawan (46), warga Kemiling yang menjadi tahanan kasus korupsi.

Keempatnya menjalani sidang karena ketahuan melakukan politik uang dalam Pilgub Lampung 2018. Mereka membagikan dan menerima uang pada masa tenang dengan tujuan untuk memilih salah satu paslon gubernur Lampung, Senin, 25 Juni 2018, di dalam lingkungan Lapas Rajabasa. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved