379 Warga Tanggamus Memilih Berangkat Jadi TKI

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tanggamus menyatakan sebanyak 379 warga Tanggamus bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).

379 Warga Tanggamus Memilih Berangkat Jadi TKI
IST
ilustrasi tenaga kerja indonesia (TKI)

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG  - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tanggamus menyatakan sebanyak 379 warga Tanggamus bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja A Purwanto, mewakili Kabid Tenaga Kerja Bambang Probo Samporno, jumlah tersebut berdasarkan data rekapitulasi registrasi negara penempatan TKI Tanggamus, mulai 1 Januari sampai 31 Mei 2018.

Baca: VIDEO: Sah, Dewi Handajani-AM Syafii Jadi Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Terpilih

Baca: Pulang dari Malaysia, TKI Asal Pringsewu Patah Tulang Leher & Jari Telunjuk. Ujung Lidah Terpotong!

"Dari data registrasi tersebut kita ketahui berapa jumlah tenaga kerja asal Tanggamus yang bekerja di luar negeri. Sebab dengan  registrasi memudahkan pemerintah mendata tenaga kerja," ujar Purwanto, Minggu (29/7).

Ia menambahkan, dari jumlah 379 TKI tersebut didominasi perempuan dengan jumlah 229 orang. Mereka kebanyakan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, atau tenaga nonformal, sisanya bekerja di pabrik atau perusahaan jasa yang masuk kategori pekerja formal.

Adapun negara tujuan yang terbanyak adalah Malaysia. Untuk dari Tanggamus saja ada 210 orang. Sisanya tersebar di lima negara, rinciannya Brunei Darusalam dua orang, Hongkong 21 orang, Kuwait satu orang, Singapura 72 orang, dan Taiwan 73 orang.

Purwanto mengaku, data registrasi tersebut masih bisa bertambah, karena data Januari-Mei yang masuk baru. Sedangkan registrasi secara online masih berlanjut hingga Desember 2018. "Mendaftar menjadi TKI sekarang secara online, yang terintegrasi dengan Disnaker Tanggamus," ujarnya.

Ia meminta siapa pun yang akan bekerja di luar negeri harus lewat agen penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang resmi. Tujuannya agar tetap terhubung dengan sistem online. Cara ini untuk mengantisipasi praktik kekerasan dan perlawanan hukum dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved