Kepergok Bawa Narkoba, AKBP Hartono Terancam Dipecat dari Polri

Kepergok Bawa Narkoba Jenis Sabu, AKBP Hartono Terancam Dipecat dari Polri

Kepergok Bawa Narkoba, AKBP Hartono Terancam Dipecat dari Polri
Mohammad Iqbal 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,  JAKARTA - AKBP Hartono telah dicopot dari jabatannya selaku Wakil Direktur Narkoba Polda Kalimantan Barat, lantaran kedapatan membawa sabu di Bandara Soekarno-Hatta.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan Hartono juga terancam dipecat akibat tindakannya membawa barang haram tersebut.

"Bisa jadi dipecat, karena itu kewenangan Ankum (Atasan yang Menghukum)," ujar Iqbal, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Ia menjelaskan pemecatan anggota Polri diharuskan melewati prosedur dan SOP yang berlaku.

 

Meski nantinya yang bersangkutan dapat dipecat, ia mengatakan kasus pidana Hartono tetap akan diproses, bahkan pemeriksaan kode etik pun tetap dilakukan.

"Pemeriksaan sesuai mekanisme yang ada, SOP yang ada di Polri, apakah ada pelanggaran kode etik, profesi, pelanggaran, kemudian akan diproses hukum di Polda Metro Jaya," kata mantan Kapolrestabes Surabaya itu.

"Setelah pemeriksaan ada sidang berkali-kali, yang bersangkutan juga akan dibela juga oleh pembela dan prinsipnya tindakan tegas. Bisa dipecat, tapi proses pidana jalan," sambung Iqbal.

Sebelumnya, Hartono diamankan petugas aviation security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 23,8 gram.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 28 Juli 2018 sekitar pukul 6.20 WIB.

Pencopotan Hartono sendiri tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/1855/VII/KEP/2018 tanggal 28 Juli 2018.

Surat telegram Kapolri yang ditanda tangani ASDM Polri Irjen Arief Sulistyanto itu merujuk pada keputusan Kapolri nomor KEP/1035/VII/2017 tanggal 28 Juli tentang pemberhentian dari dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polri.

Dalam telegram tersebut, AKBP Hartono dicopot dari jabatannya dan dimutasikan menjadi pamen di Pelayanan Markas (Yanma) Polri

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved