Siapa Pengusaha Maher Algadri yang Rumahnya Jadi Tempat Kumpul Kubu Prabowo?

Siapa Pengusaha Maher Algadri yang Rumahnya Jadi Tempat Kumpul Kubu Prabowo?

Siapa Pengusaha Maher Algadri yang Rumahnya  Jadi Tempat Kumpul Kubu Prabowo?
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kedua kanan), dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri (kanan) berbincang saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat (27/7/2018). Ijtima Ulama yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) ini bertujuan untuk menentukan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, dan Sekjen Partai Amanat Nasional ( PAN) Eddy Soeparno menghadiri pertemuan bersama pimpinan Gerindra.

Pertemuan digelar di kediaman seorang pengusaha bernama Maher Algadri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).

Hidayat tiba lebih dulu di rumah Maher.

Kedatangan Hidayat disusul oleh Sohibul yang mengendarai mobil sedan Mercy berwarna hitam.

Ia tiba sekitar pukul 19.45 WIB.

Selanjutnya Eddy menyusul keduanya tiba di kediaman Maher.

Ketiganya langsung memasuki rumah tanpa berkenan memberikan keterangan kepada awak media yang menunggu di depan.

Pertemuan ini dibenarkan oleh Wakil Sekjen PKS Abdul Hakim saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (31/7/2018), tepatnya pukul 19.30 WIB.

"Ya. Tiga partai, tuan rumah Gerindra," kata Abdul Hakim.

Hal senada disampaikan anggota Badan Komunikasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Andre Rosiade.

Andre mengatakan kemungkinan pertemuan tersebut dihadiri masing-masing ketua umum ketiga partai.

"Ya (dihadiri) pimpinan partai. Kemungkinan masing-masing ketum (ketua umum)," kata Andre saat dihubungi, Selasa (31/7/2018).

Diketahui, Maher merupakan salah satu konglomerat terbesar di Indonesia zaman kepemimpinan Soeharto, menurut laporan Forbes.

Namanya tercantum dalam laporan Dokumen Surga atau Paradise Papers, yakni kumpulan 13,4 juta dokumen tentang mereka yang secara diam-diam berinvestasi di luar negeri, di tempat yang dinamakan "surga pajak".

Disebut surga pajak karena uang yang diinvestasikan terhindar dari pejabat pajak.

Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved