Hamili Bocah Perempuan, Pelajar SMA Divonis 3,5 Tahun Penjara

Korban sempat menolak. Namun, karena RA marah, SA pun terpaksa menuruti ajakan tersebut.

Hamili Bocah Perempuan, Pelajar SMA Divonis 3,5 Tahun Penjara
Thinkstockphotos
Ilustrasi pencabulan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Gara-gara mencabuli pacarnya hingga berbadan dua, seorang remaja terpaksa meringkuk di balik jeruji besi.

RA (17), warga Tanjung Senang, Bandar Lampung, divonis tiga tahun dan enam bulan oleh hakim tunggal Aslan Ainin dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Senin, 6 Agustus 2018.

Pelajar SMA ini terbukti telah menodai SA, yang usianya terpaut jauh di bawahnya. RA dijerat pasal 82 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Maka menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan dan tiga bulan pelatihan kerja kepada anak," sebut Aslan.

Baca: Petani Cabuli Gadis 8 Tahun yang Tak Lain Kerabatnya Sendiri

Aslan menuturkan, vonis ini atas pertimbangan hakim yang menilai RA membuat SA harus menanggung rasa malu. Saat ini usia kandungan SA sudah mencapai enam bulan. "Dan antara terdakwa dan korban belum ada perdamaian," ucapnya.

Putusan ini lebih rendah satu tahun dan enam bulan dari tuntutan jaksa. "Dalam tuntutan empat tahun dan enam bulan penjara," sebut jaksa penuntut umum Sondang Marbun seusai sidang.

JPU menyebutkan dalam dakwaannya, RA dianggap bersalah karena terbukti mendatangi kediaman SA pada Minggu, 7 Januari 2018.

Baca: Putrinya Dicabuli di Depan Matanya, Ibu Lapor Polisi

Saat itu, kondisi rumah sedang kosong. Saat itu, ibu SA sedang bekerja. RA pun memanfaatkan situasi itu dengan mengajak SA berhubungan badan.

Korban sempat menolak. Namun, karena RA marah, SA pun terpaksa menuruti ajakan tersebut. RA juga meyakinkan korban akan bertanggung jawab.

Pasca pencabulan, SA dinyatakan hamil. Orangtua SA tak terima dan melaporkan RA ke pihak berwajib. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved