Update Gempa Lombok 7 SR, Korban Tewas 91 Orang, Luka Luka 209, Masa Darurat Hingga 11 Agustus

Jumlah korban tewas akibat gempa Lombok 7 Skala Richter (SR), terus bertambah. Saat ini sudah mencapai 91 orang.

Update Gempa Lombok 7 SR, Korban Tewas 91 Orang, Luka Luka 209, Masa Darurat Hingga 11 Agustus
Petugas membawa pasien keluar dari rumah sakit saat terjadi gempa bermagnitudo 7 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018). . (AFP PHOTO/RITA SISWATI) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Korban tewas akibat gempa Lombok berkekuatan 7 Skala Richter (SR) sudah mencapai 91 orang.

Ratusan orang menderita luka-luka. Masa tanggap darurat hingga 11 Agustus 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas.

Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang.

Baca: Gempa Lombok 7 SR, Ini 10 Gempa Terdahsyat Sepanjang Sejarah dengan Ribuan Korban Jiwa

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Namun  data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (6/8/2018) pukul 10.45 WIB,

tercatat jumlah korban gempa bumi di Lombok yang meninggal dunia mencapai 91 orang, 209 orang luka-luka, ribuan rumah rusak, dan ribuan warga mengungsi.

 

"Saat ini korban meninggal dunia di Lombok hingga siang ini bertambang menjadi 91, dan kemungkinan terus bertambah," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Mengutip informasi dari Tribunnews, BNPB menyebut masa darurat pascagempa yang mengguncang Lombok dilakukan hingga 11 Agustus 2018.

"Masa tanggap darurat ini adalah perpanjangan dari penanganan dampak gempa 6,4 skala Richter yang terjadi pada tanggal 29 Agustus lalu," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Jika melihat kerusakan yang ada saat ini, Sutopo mengatakan tidak menutup kemungkinan masa tanggap darurat nanti berkemungkinan akan diperpanjang.

Baca: Fakta dan Data Gempa Lombok 7 SR

"Baik di provinsi status tanggap darurat telah ditetapkan oleh gubernur NTB dengan tanggap darurat hingga tanggal 11 Agustus 2018," ujar Sutopo.

Sementara itu Sutopo mengatakan, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan saat ini adalah tenaga medis, obat-obatan, serta makanan khususnya makanan cepat saji dan makanan balita.

"Kita membutuhkan banyak sekali, karena ribuan masyarakat masih berada di pengungsian dan tersebar di beberapa tempat, baik tenda pengungsian yang bersama-sama di lapangan, dan tenda untuk keluarga," ucapnya.

Selain itu Sutopo mengatakan sebagian warga pengungsi, juga tidak mau mengungsi ke tenda pengungsian, lantaran takut kehilangan harta berharga miliknya.

"Mereka tetap mengungsi di halaman rumahnya meskipun kondisi rumahnya hancur karena merasa nyaman masyarakat juga mengawasi harta milik mereka yang berada di rumah tersebut," ujar Sutopo.

Editor: Safruddin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved