Empat Madrasah Tunda Imunisasi Rubella, Diskes Lampung Persilakan

Empat sekolah madrasah di Bandar Lampung menunda pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR).

Empat Madrasah Tunda Imunisasi Rubella, Diskes Lampung Persilakan
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Sebanyak 905 siswa-siswi SMP Negeri 7 Bandar Lampung mendapat vaksin rubella. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Empat sekolah madrasah di Bandar Lampung menunda pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR). Pihak madrasah masih menanti kepastian soal kehalalan vaksin tersebut.

Empat madrasah yang menunda imunisasi MR masing-masing Raudhatul Athfal (TK), Madrasah Ibtidaiyah (SD), dan Madrasah Tsanawiyah (SMP) di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al Hikmah, Kecamatan Way Halim. Serta, Madrasah Ibtidaiyah Mathala'ul Anwar (MIMA), Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu.

Ketua Yayasan Ponpes Al Hikmah Basaruddin Maisyir menjelaskan, pihaknya telah mengirim surat ke Puskesmas Kedaton pada Rabu (1/8/2018) pekan lalu. Surat itu berisi permintaan penundaan imunisasi rubella sampai ada kepastian soal kehalalan vaksin dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia pusat.

"Jadi, sampai hari ini (Senin, 6/8/2018) kami belum mau mengadakan imunisasi tersebut di madrasah kami," kata Maisyir, Senin.

"Kemarin (Jumat, 3/8/2018) kan sudah ada pertemuan antara Kementerian Kesehatan dengan MUI pusat. Mereka sudah sepakat menunda imunisasi bagi umat Islam sampai ada kepastian label halal," sambungnya.

Pihaknya telah menyampaikan kepada para wali murid terkait penundaan imunisasi MR. Namun, Maisyir menyatakan, pihaknya tidak pula melarang jika ada wali murid yang ingin anaknya mendapatkan imunisasi MR lewat kelurahan dan lainnya.

"Tapi, kami secara kelembagaan menunda dulu. Dan respons wali-wali murid sampai saat ini tidak ada masalah," ujar Maisyir.

Di Yayasan Ponpes Al Hikmah, total siswa-siswi yang belum mendapatkan imunisasi MR berjumlah 500 orang dari MTs, 250 orang dari MI, dan 60 orang dari RA.

Senada, Wiwik selaku guru MIMA Labuhan Ratu Raya menyatakan madrasahnya tidak bisa gegabah mengambil keputusan soal imunisasi rubella. Apalagi, hal itu terkait dengan kondisi anak.

Halaman
123
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved