Iduladha 2018

Perhatikan Tampilan Fisik Hewan Kurban yang Hendak Dibeli untuk Iduladha

Hari Raya Iduladha juga dinamakan Idul Kurban. Hal itu karena pada hari raya tersebut

Perhatikan Tampilan Fisik Hewan Kurban yang Hendak Dibeli untuk Iduladha
TRIBUN LAMPUNG/Perdiansyah
Ilustrasi - Petugas memeriksa kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha di lapak hewan kurban di Tanjung Gading, Tanjungkarang Timur, Rabu (30/8/2017). 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Umat muslim akan merayakan Hari Raya Iduladha 2018 pada 22 Agustus mendatang.
Hari Raya Iduladha juga dinamakan Idul Kurban. 
Hal itu karena pada hari raya tersebut, masyarakat dianjurkan untuk berkurban.
Sebelum membeli hewan kurban, Kepala Dinas Pertanian Bandar Lampung, Agustini mengungkapkan, calon pembeli harus mengetahui sejumlah hal.
Tujuannya, pembeli bisa mendapatkan hewan kurban yang tepat.
Agustini pun memberikan sejumlah tips dalam membeli hewan kurban.
"Dilihat secara kasat mata (hewan kurban) sehat, matanya tidak merah, bulu hewan tidak berdiri, dan hewan tidak kurus," kata Agustini, beberapa waktu lalu.
Selain itu, tutur Agustini, hewan sudah tercukupi secara umur untuk dijadikan kurban.
Setiap jenis hewan kurban memiliki syarat usia yang berbeda.
Agustini mengungkapkan, hewan kurban berupa sapi harus sudah mencapai usia di atas dua tahun.
Sedangkan, kambing setidaknya berumur satu tahun.
"Giginya sudah ada yang tanggal, tidak pincang ataupun cacat," terang Agustini.
Menurut Agustini, calon pembeli pun harus memperhatikan tampilan fisik hewan kurban yang hendak dibeli.
"Tanyakan juga kepada penjual untuk memastikan hewan tersebut memenuhi kriteria untuk dikurban," ungkap Agustini.
Sementara, Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung, KH Munawir mengatakan, hewan kurban tidak boleh cacat, gila, sakit, buta, buntung, kurus sampai tidak berdaging atau pincang.
"Cacat berupa kehilangan tanduk, tidak menjadikan masalah sepanjang tidak merusak daging," katanya.
Selanjutnya, sambung Munawir, hendaknya diperhatikan kesempurnaan hewan kurban, antara lain memilih hewan yang paling bagus, dilihat menyenangkan, gemuk atau banyak dagingnya, bertanduk, dan tidak memiliki cacat sama sekali.
Tempat Penjualan Hewan Kurban Menjamur
Menjelang Hari Raya Iduladha 2018, tempat penjualan hewan kurban semakin menjamur di Bandar Lampung.
Pantauan Tribunlampung.co.id, Sabtu (4/8/2018), penjual kambing dan sapi untuk hewan kurban tampak ramai di ruas Jalan Emir M Noer, Tanjungkarang Pusat.
Seorang penjual hewan kurban, Roni mengatakan, pembeli saat ini memang masih sepi, dan biasanya baru ramai H-10 jelang hari kurban.
"Sudah ada juga yang beli tapi belum ramai. Setelah beli, mereka juga menitipkan kambingnya dan baru diambil H-2 Lebaran," ujar Roni.
Diakui pria berumur 40-an tahun itu, menjual sapi memiliki keuntungan lebih banyak tetapi susah lakunya.
Harga sapi harga paling murah Rp 13 juta per ekor dan termahal bisa sampai Rp 30 juta per ekor.
Sementara, kambing bisa dibeli dari harga Rp 1,7 juta per ekor sampai Rp 4 juta per ekor paling mahal.
"Pembeli lebih banyak cari kambing karena kurban sendirian. Kalau sapi bisa buat tujuh orang, jadi mahal harganya," kata Roni.
Tahun 2017 lalu, Roni mengaku bisa menjual 200 ekor kambing.
Sementara, penjualan sapi hanya laku dua ekor.
"Jadi sekarang kalau ada yang cari sapi, baru kami carikan sapinya. Yang di kandang, kambing semua," ujarnya.
Dikatakan Roni, kambing yang dijual dipasok dari Gisting, Tanggamus.
"Tidak ada kambing asli Bandar Lampung yang kami jual, " jelasnya.
Penjual kambing lainnya di Jalan Sutan Jamil, Gedungmeneng Baru, Suyono mengatakan, dirinya menjual sapi dan kambing.
Namun, hewan kurban yang tersedia di kandang baru kambing.
Kambing berukuran besar dengan usia 4 tahun, dijual seharga Rp 4 juta per ekor.
"Bisa ditawar tapi turunnya nggak banyak," jelas dia.
Sementara, harga jual sapi berdasarkan ukuran sapi.
"Minimal, harga Rp 13 juta sampai Rp 25 jutaan," bebernya.
Menurutnya, pembeli banyak dari kalangan pegawai negeri atau swasta.
Namun, ada juga masyarakat biasa.
"Tiap tahun, jual hewan kurban. Sudah 30 tahunan berjalan," kata Suyono.
Penjual hewan kurban juga bisa ditemui di Jalan Rasuna Said dan arah Bukit Camang Telukbetung, Waykandis, dan Sukarame.
Kepala Dinas Pertanian Agustini mengatakan, kebutuhan sapi kurban untuk Bandar Lampung mencapai 1.500-an ekor.
Untuk kambing, kebutuhannya mencapai 10 ribu ekor.
"Kalau Bandar Lampung, hanya ada sedikit peternak sapi dan kambing. Tapi, kabupaten penyangga tetap ada untuk menyuplai kebutuhan akan sapi dan kambing Kota Bandar Lampung. Antara lain, Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Tanggamus," ujar Agustini.
Pengecekan H-10
Agustini mengatakan, pihaknya akan rutin melakukan pengecekan intensif hewan kurban di lapak-lapak penjual mulai H-10 Idulada 2018.
Menurut Agustini, pengecekan telah menjadi kegiatan rutin setiap tahun.
Karena itu, pihaknya sudah mempersiapkan baik dari pengawasan di lapak hingga penyembelihan nantinya.
"Sampai pada hari pemotongan, kami bersama tim di kecamatan, dibantu dokter hewan dari provinsi, juga persatuan sarjana peternakan, akan turun ke masjid-masjid atau tempat pemotongan hewan," kata Agustini.
Saat ini, terusnya, dinas pertanian sudah melakukan pengecekan di beberapa lokasi.
Kebanyakan penjual adalah pemain lama yang sudah memahami kelayakan hewan kurban yang dijual.
"Jadi jarang ada hewan kurban tidak layak dijual karena mereka rugi sendiri kan (kalau tidak ada yang beli). Kecuali untuk penyakit yang tidak terlihat, seperti cacing hati (masih ditemukan)," kata Agustini. (sulis markhamah)
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved