Calhaj Lampung Kloter Terakhir Berangkat Senin 13 Agustus 2018

Pemberangkatan calon jemaah haji asal Lampung ke Tanah Suci menyisakan satu kelompok terbang, yakni kloter 57.

Calhaj Lampung Kloter Terakhir Berangkat Senin 13 Agustus 2018
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Faisal tersedu-sedu saat melepas sang ibu, Sofa, di Asrama Haji, Bandar Lampung, Kamis, 19 Juli 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG NOVAL ANDRIANSYAH

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemberangkatan calon jemaah haji asal Lampung ke Tanah Suci menyisakan satu kelompok terbang, yakni kloter 57.

Para calhaj kloter terakhir itu akan berangkat dari Asrama Haji, Rajabasa, Bandar Lampung, pada Senin (13/8/2018) besok.

Calhaj kloter 57 antara lain berasal dari Metro (9 orang), Way Kanan (19 orang), Lampung Barat (10 orang), Lampung Utara (12 orang), dan Tanggamus (6 orang).

Kemudian dari Tulangbawang (4 orang), Lampung Timur (3 orang), serta Pringsewu, Pesisir Barat, dan Lampung Tengah (masing-masing 1 orang).

Adapun calhaj asal Bandar Lampung yang terakhir berangkat tergabung dalam kloter 54 sebanyak 147 orang. Mereka telah berangkat dari Asrama Haji pada Sabtu (11/8/2018). Turut serta pula dalam kloter 54, yaitu calhaj asal Lamtim (179 orang) dan Pringsewu (62 orang).

Kepala Sub Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung Istutiningsih mengungkapkan, dari total 17 kloter calhaj yang berangkat, ada 10 orang yang batal ke Tanah Suci.

"Sejauh ini, ada 10 orang (gagal berangkat). Tiga orang sakit, tiga orang menunda keberangkatan, dan empat orang meninggal dunia. Sementara calhaj yang meninggal dunia di Mekkah, ada satu orang," kata Tuti, sapaan akrabnya.

Tiga calhaj yang batal berangkat karena sakit berasal dari kloter 18, asal Lamteng. Ketiganya adalah Kartini Suhud Tukirah, Rukiyah Kamarun Dulah, dan Siti Umayah.

Adapun tiga calhaj yang menunda keberangkatan, yakni Tinah Suin Abdullah, Rahma Bisri, serta Muhammah Bahri Indra dari kloter 14 asal Bandar Lampung.

Sementara dari empat calhaj yang batal berangkat karena meninggal dunia, dua orang di antaranya dari kloter 33 asal Tuba. Masing-masing Emmanati yang meninggal pada 31 Juli di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang dan Hermansyah Saleh.

"Dua orang meninggal di RSUDAM (Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek), atas nama A Kastabi dari kloter 28 Lamtim (meninggal 6 Agustus) dan Ahmad Kasbani dari kloter 49 (meninggal 5 Agustus)," jelas Tuti.

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved