Jawaban Manajemen Grab Soal Tuntutan Driver Mitra

Manajemen Grab perwakilan Lampung akhirnya mengabulkan beberapa poin tuntutan ratusan driver ojek online (Ojol) mitra Grab

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Manajemen Grab perwakilan Lampung akhirnya mengabulkan beberapa poin tuntutan ratusan driver ojek online (Ojol) mitra Grab. Hal ini disampaikan saat massa driver kembali mendatangi kantor Grab untuk menagih janji.

Perwakilan Grab Lampung yang menemui massa, Yoseph, menyampaikan pihaknya setelah berdiskusi akhirnya pihaknya bisa menjawab pertanyaan dan poin tuntutan massa.

Baca: Tagih Jawaban 6 Point Tuntutan, Ratusan Driver Kembali Geruduk Kantor Grab

Baca: Driver Grab: 20 Trip Saja Susah, Apalagi 25 Trip, Pagi Sampai Malam Gak Istirahat

"Kami jawab pertanyaannya, pertama penjaminan kesehatan yang tak pernah ada kejelasan, dan kami sudah berbicara dengan Grab pusat dan juga Salvus (asuransi mitra grab), akan ada dua rumah sakit yang bekerja sama, untuk proses klaim kami tes dua bulan setelah dokumen masuk ke kami," ungkap Yoseph dihadapan massa, Rabu 15 Agustus 2018.

Lanjutnya, soal insentif pihaknya sudah sepakat untuk menurunkan trip dari 25 menjadi 23 trip, dengan besaran insentif menjadi Rp 110 ribu.

"Untuk program OVO akan diberhentikan, kemudian insentif yang tertunda dari pihak pusat sudah dibayarkan. Jika masih ada rekan-rekan yang insentifnya belum turun, harap melaporkan akan kami data masalah insentif yang belum turun, dan langsung kami bayarkan," seru Yoseph.

Masih kata Yoseph, untuk proses masalah open suspend (amnesti pembekuan aplikasi) bisa dikabulkan namun ada syarat-syaratnya.

"Jadi kami tidak ada open suspend lainnya kecuali masalah perbedaan rekening dengan akun, karena ini untuk kebaikan teman-teman, takutnya dimanfaatkan orang lain. Jadi kalau ada yang berbeda tolong dilaporkan ke kantor dan langsung kami verifikasi dan kami bukakan akunnya," tutupnya.

Sementara untuk poin pemutusan mitra untuk tidak secara sepihak dan ada notifikasi belum bisa terjawab, Yoseph menjawab itu lantaran sistem tersebut secara terpusat dan berlaku seluruh Indonesia dan harus berkoordinasi dengan pusat.

Menanggapi hal tersebut, Deni ahmadi koordinator aksi mengaku dari enam poin tuntutan, hanya tiga point yang bagi para driver masuk kata sepakat, sementara tiga sisanya seakan-akan menggantung.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved