Berita Video Tribun Lampung

VIDEO - Desi Rela Antre Sejak Pagi Demi Dapat Gas Elpiji 3 Kg

Ratusan warga rela antre sejak pagi di halaman kantor Camat Kalianda guna mendapatkan gas elpiji 3 kilogram

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Ratusan warga rela antre sejak pagi di halaman kantor Camat Kalianda guna mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dalam kegiatan operasi pasar yang digelar pada Rabu, 15 Agustus 2018.

Seperti Desi, seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Way Urang. Ia mengatakan sudah datang sejak pukul 08.00 wib guna antri gas elpiji 3 kilogram pada OP di depan kantor Camat Kalianda. “Saya sudah sejak pagi datang. Sudah tiga hari ini saya tidak dapat gas elpiji 3 kilogram. Mencari kemana-mana habis. Terpaksa pakai kayu bakar untuk memasak,” terangnya.

Baca: Di Rumah Kos Way Urang Tiga Serangkai Pemakai Sabu Ini Diamankan

Baca: Nanang Ajak Kontraktor Tol Tinjau Jembatan Rusak di Dekat Pasar Kalianda

Kegiatan OP gas elpiji 3 kilogram di Kalianda ini dimulai sekitar pukul 10.00 wib. OP ini dilakukan oleh Pemkab Lampung Selatan bersma dengan Iswana Migas. Dan pada OP di depan kantor kecamatan Kalianda ini, Iswana Migas membawa 560 tabung gas elpiji 3 kilogram yang dijual dengan harga Rp 16.500 pertabung.

Sebelumnya Kabid Gas Iswana Migas Lampung,  Adi Candra mengatakan masalah kelangkaan gas saat ini sudah menjadi masalah klasik. Karena memang sebagian gas elpiji dimanfaatkan petani untuk menyedot air menggunakan mesin penyedot guna mengairi sawah mereka.

“Kondisi ini delematik. Karena kita juga sulit untuk mencegahkanya. Kalau petani tidak bisa menyedot air dimusim kemarau ini, tanaman padinya akan rusak. Ini tentu bisa mempengaruhi hasil panen yang berdampak pada ketahanan pangan,” terangnya.

Ia pun menyarankan agar dinas pertanian Lampung Selatan bisa mengusulkan ke Kementerian Pertanian untuk juga meminta alokasi khusus gas elpiji guna kebutuhan petani. Seperti yang dilakukan oleh kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Untuk di Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah meminta alokasi khusus untuk nelayan. Jika melihat adanya kebutuhan petani pada gas elpiji untuk menyedot air, ini bisa juga diusulkan melalui kementerian pertanian. Nanti ada alokasi khusus untuk petani,” tandas Adi Candra. (*)

Sumber: Facebook Tribun Lampung

Videografer: Okta Kusuma Jatha

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved