Ikut Lelang Jabatan, Camat Langkapura Kewalahan Tes Psikologi

Sebanyak 47 aparatur sipil negara mengikuti lelang jabatan untuk mengisi pos pimpinan instansi.

Warta Kota
Ilustrasi Lelang Jabatan 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BAYU SAPUTRA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 47 aparatur sipil negara mengikuti lelang jabatan untuk mengisi pos pimpinan instansi di lingkungan Pemkot Bandar Lampung. Proses lelang jabatan itu telah memasuki tahap assessment (penilaian).

Total 47 ASN tersebut akan memperebutkan delapan posisi. Mulai dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala Badan Polisi Pamong Praja, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, hingga Kepala Dinas Perhubungan. Kemudian Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat.

Untuk pelaksanaan assessment, panitia lelang jabatan menyerahkannya kepada Universitas Lampung. Sebanyak 47 calon pimpinan satuan kerja perangkat daerah itu pun mengikuti assessment di lantai 4 Gedung Rektorat Unila, Kamis (16/8/2018).

Satu dari 47 calon tersebut adalah Camat Langkapura Ahmad Husni. Selama mengikuti assessment sejak Rabu (15/8/2018), ia menganggap tes paling sulit adalah tes psikologi. Selain waktunya terbilang singkat, materi soal dalam tes tersebut kerap menjebak.

"Baru pertama kali ini saya mengikuti lelang jabatan. Kalau sudah tes psikologi, pasti merasa terburu-buru," kata Husni di kantor pemkot, Kamis. "Soalnya bikin bingung, menjebak, cuma bolak-balik saja. Ada 60 soal, peserta harus jawab dalam waktu 10 menit," imbuhnya.

Dalam lelang jabatan ini, Husni mencoba posisi kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Bandar Lampung. Sebagai persiapan, selain belajar, ia mencukupkan tidur dan istirahatnya.

"Badan juga harus sehat. Belajar kalau tidak beriringan dengan kondisi badan yang sehat, tetap saja akan kesulitan menerima materi dan menjawab soal assestment," ujar Husni.

Pemkot Bandar Lampung masih akan menunggu hasil assement 47 calon pejabat eselon II dari tim penguji Unila. Dari 47 calon itu, akan terpilih delapan orang untuk mengisi pos pimpinan di delapan instansi yang masih lowong kursinya.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bandar Lampung Syaprodi mengungkapkan, kursi kepala di delapan satuan kerja perangkat daerah itu lowong karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun.

"Delapan orang itu sudah memasuki masa pensiun. Karenanya, pemkot melakukan lelang jabatan. Rabu sampai Kamis, kami lakukan assessment. Semuanya kami serahkan kepada tim Unila untuk melakukan penilaian," kata Syaprodi di Gedung DPRD Bandar Lampung, Rabu (15/8/2018).

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menjelaskan, pihaknya harus segera mengisi delapan kursi pimpinan instansi yang lowong itu agar roda organisasi pemerintahan terus berjalan.

"Sekarang prosesnya di tim assessment Unila untuk penilaian. Saya berharap mereka yang lolos nanti bekerja dengan baik demi kemajuan kota ini. Siapapun yang menempati posisi (kepala instansi) eselon II itu, merupakan orang-orang pilihan dan harus menunjukkan kinerjanya," kata Herman.

Menurut Plt Kepala BKD Bandar Lampung Syaprodi, tim assessment Unila segera menyerahkan hasilnya ke pemkot setelah proses assessment selesai.

"Ujiannya antara lain uji kompetensi dan psikotes. Besar harapan mereka (para peserta) bisa menaklukkan assessment yang merupakan prasyarat untuk menjadi pejabat di lingkungan pemkot," ujarnya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved