Motif Terselubung hingga Suami, Istri, Anak, Mertua, Menantu Jadi Caleg di Lampung

Cara ini masih menjadi jualan bagi partai politik untuk meraih suara besar, disamping kekuataan finansial.

Motif Terselubung hingga Suami, Istri, Anak, Mertua, Menantu Jadi Caleg di Lampung
KOMPAS/LASTI KURNIA
Kelompok gabungan dari Panwaslu dan lembaga swadaya masyarakat, menyatakan menolak prkatik politik uang dalam pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta, pada aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (24/6/2012). Baik memberi atau menerima uang dalam pelaksanaan kampanye pemilukada dianggap sebagai praktik korupsi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Fenomena sejumlah calon anggota legislatif (caleg) pada Pileg 2019 ternyata masih banyak yang terikat hubungan keluarga. Ternyata, fenomena tersebut juga banyak terjadi di Lampung.

Di antara mereka, ada pasangan suami istri atau ibu anak yang bertarung untuk kursi legislatif di jenjang yang sama.

Ada pula kakak adik atau mertua menantu yang membidik kursi parlemen di tingkatan yang berbeda.

Baca: Suami, Istri, Anak, Mertua, Menantu Jadi Caleg Asal Lampung pada Pileg 2019

Di Lampung, beberapa nama tokoh dan mantan pejabat eksekutif yang maju dan mendorong anggota keluarga mereka untuk bertarung di Pileg 2019.

Hal itu mulai dari tingkat DPRD kota/kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, sampai DPD RI.

Banyaknya anggota suatu keluarga maju sebagai caleg, tidak hanya di dunia politik tingkat lokal saja.

Berikut analisis dari Dosen Fisip Unila Tony Wijaya terkait maraknya fenomena satu keluarga yang ramai-ramai jadi caleg:

Motifnya

Fenomena ini terjadi nyaris di semua daerah, bahkan sampai tingkat nasional.

Ini merupakan suatu kultur dan budaya di Indonesia yang sudah terjadi lama dan turun-temurun.

Halaman
123
Penulis: Romi Rinando
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved