Berita Video Tribun Lampung

VIDEO - Tim Kemanusiaan Pemkot Berhasil Evakuasi 634 Korban Gempa Lombok

Tim kemanusiaan dari Pemkot Bandar Lampung yang bertugas membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG  - Tim kemanusiaan dari Pemkot Bandar Lampung yang bertugas membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, telah kembali. Mereka membawa cerita, khususnya saat bertugas membantu evakuasi korban gempa.

Di Lombok, tim kemanusiaan beranggotakan 25 orang ini berhasil membantu proses evakuasi total 634 korban gempa. Semuanya mendapat perawatan intensif. Rinciannya, 617 korban luka-luka, tujuh perempuan melahirkan, dan 10 orang mengalami amputasi.

"Tim menyisir daerah yang menjadi sentral evakuasi di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, secara periodik. Total sumbangan yang kami salurkan sekitar Rp 747 juta, yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)," jelas Sukarma Wijaya, asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kota yang juga ketua rombongan, di hadapan awak media, di ruang rapat pemkot, Senin (20/8).

Baca: Pemkot Bandar Lampung Proyeksikan APBD 2019 Capai Rp 2,6 Triliun

Baca: Siap Terima Obor Asian Games, Ini Hasil Rapat di Kantor Pemkot Bandar Lampung

Dokter Eva Daniel selaku anggota tim kemanusiaan mengungkapkan, hampir seluruh korban gempa tinggal di tenda lantaran 90 persen rumah warga rata dengan tanah. Baik retak maupun ambruk.

"Kondisi di sana saat ini sangat gersang, berdebu. Balita terkena ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), dan diare," kata Eva. "Hal terpenting sekarang, bagaimana melayani korban setelah operasi. Untuk bantuan primer, di sana sudah cukup banyak," imbuhnya.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN yang menyambut kepulangan tim kemanusiaan menyatakan masih mempertimbangkan untuk mengirim lagi tim kemanusiaan ke Lombok. Apalagi, jelas dia, pemkot telah menyalurkan bantuan senilai total Rp 747 juta.

"Harapannya, semua bantuan yang pemkot kirim bisa membantu warga Lombok yang terkena musibah gempa. Nanti juga ada bantuan dari pemerintah pusat. Apalagi, Pak Presiden Jokowi (Joko Widodo) akan memberi bantuan dana Rp 50 juta untuk membangun rumah," ujarnya.

Kepada tim, Herman meminta agar mencatat secara teliti serta menyimpan dokumen pengeluaran. Ini sebagai bentuk transparansi serta upaya mencegah terjadinya penyelewengan anggaran.

"Harus ada dokumen dan hitungan uangnya harus detail. Baik nota ataupun kuitansi, laporkan secara benar. Harus ada arsipnya, karena nanti BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) akan turun," pesan Herman. (byu)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved