Pilpres 2019

Dugaan Mahar Politik Rp 1 Triliun, Andi Arief Tak Hadiri Panggilan Ketiga Bawaslu RI

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief mangkir lagi dari panggilan Bawaslu RI.

Dugaan Mahar Politik Rp 1 Triliun, Andi Arief Tak Hadiri Panggilan Ketiga Bawaslu RI
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief mangkir lagi dari panggilan Badan Pengawas Pemilu RI.

Untuk ketiga kalinya, ia berhalangan memenuhi panggilan Bawaslu untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan mahar Rp 1 triliun.

Mahar diduga diberikan Sandiaga Uno untuk dua partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Bawaslu RI Abhan menjelaskan, Andi Arief tidak hadir pada panggilan ketiga, Jumat (24/8/2018), karena ada anggota keluarganya yang sakit.

"Hari ini (Jumat) mestinya Andi Arief kami undang untuk memberi klarifikasi. Tapi, ada informasi bahwa yang bersangkutan berhalangan hadir," kata Abhan kepada awak media di kantornya.

Bawaslu mengagendakan lagi pemanggilan terhadap Andi Arief pada Senin (27/8/2018) pekan depan.

"Rencananya Senin pekan depan diharapkan Andi Arief bisa hadir," ujar Abhan.

Jika pada Senin depan Andi Arief kembali absen, Abhan menyatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang melakukan panggilan paksa.

Pihaknya hanya berharap politisi asal Lampung itu koperatif untuk menjelaskan dugaan mahar politik tersebut.

"Kami tidak punya kewenangan untuk panggil paksa. Harapan kami, Andi Arief hadir dan bisa menjelaskan sejelas-jelasnya," kata Abhan.

Halaman
123
Editor: yoso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved