Eks Mensos Idrus Marham: Saya Tak Ingin Pertaruhkan Nyawa Orang Lain

Alasan Idrus Marham mendadak mundur dari Menteri Sosial setelah tahu statusnya di KPK karena tak ingin pertaruhkan nyawa orang.

Eks Mensos Idrus Marham: Saya Tak Ingin Pertaruhkan Nyawa Orang Lain
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Bali, Idrus Marham, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Begitu tahu dirinya siap diumumkan sebagai tersangka kasus dugaan suap di proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham langsung menyatakan mundur dari posisi sebagai menteri sosial, Jumat (24/8/2018) kemarin.

Dia kemudian meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mendapatkan pengganti dirinya hari itu juga.

Idrus mengatakan bahwa banyak nyawa yang harus dibantu oleh kementerian sosial saat ini dan tidak boleh sedikitpun terlambat karena nyawa orang lain yang menjadi pertaruhan.

Baca: (VIDEO TEASER) - Idrus Marham Langsung Kosongkan Rumah Dinas

"Saya tadi bilang ke Pak Jokowi kalau harus cepat ada orang yang menggantikan saya hari ini juga. Saya tidak ingin mempertaruhkan nyawa orang, karena saat ini banyak yang harus dibantu," ungkapnya usai serah terima jabatan di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Politisi Golkar itu menjelaskan, kejadian gempa di Lombok menjadi alasan utama agar Jokowi dapat mencari penggantinya.

Sementara dirinya, ingin fokus atas proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

"Ya masalahnya sekarang saya ingin fokus pada proses hukum. Sehingga, saya meminta agar tidak lagi ditunda mengenai pengganti," jelasnya.

Idrus Resmi Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Sosial Idrus Marham sebagai tersangka.

Idrus diduga menerima suap bersama-sama dengan tersangka Eni Maulani Saragih.

Halaman
12
Editor: Safruddin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved