Dicopot dari Ketua Petir Lampung, Endang Asnawi: Tidak Sesuai AD/ART

Dlam AD/ART Petir Lampung, proses pergantian ketua umum dilakukan melalui mekanisme organisasi yang benar dan tahapan-tahapan prosedural organisasi.

Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Daniel Tri Hardanto

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Endang Asnawi menyayangkan penonaktifan dirinya sebagai ketua umum Petir Lampung secara sepihak. Menurut Endang, hal tersebut menggambarkan sikap arogan beberapa orang di internal Petir Lampung.

Endang menegaskan, langkah-langkah yang mengatasnamakan dewan pendiri Petir Lampung tersebut terkesan subjektif dan tidak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Petir Lampung.

“Yang merupakan pedoman dan aturan tertinggi organisasi dalam bertindak dan mengambil keputusan. Karena ormas Petir ini bukan hanya milik orang perorangan, tetapi milik seluruh anggota Petir Lampung,” tegas Endang dalam siaran persnya kepada Tribunlampung.co.id, Senin, 27 Agustus 2018.

Endang menambahkan, dalam AD/ART Petir Lampung, proses pergantian ketua umum dilakukan melalui mekanisme organisasi yang benar dan tahapan-tahapan prosedural organisasi.

Baca: Kembali Nakhodai Petir Lampung, Fadhil Hakim: Tak Ada Lagi Debt Collector dan Bodyguard

Baca: Fadhil-Zainal Siapkan 20 Ribu Dukungan

“Tidak ada aturan yang memperbolehkan untuk memberhentikan ketua umum dari jabatannya kecuali melalui proses musyawarah besar. Hal ini yang tertuang di dalam AD/ART Petir Lampung,” ucap Endang.

Sebelumnya diberitakan, Fadhil Hakim kembali didapuk menjadi ketua umum Ormas Petir Provinsi Lampung. Hal itu berdasarkan surat keputusan tertanggal 6 Agustus 2018 yang ditandatangani Nuril Hakim.

"Semenjak saya tidak menjabat lagi sebagai ketua, banyak sekali kemunduran. Sekarang ini mungkin hanya lima kabupaten/kota yang aktif. Karena itu berdasarkan keputusan dari pendiri Petir, saya
ditunjuk untuk menjadi ketua lagi," katanya, Minggu, 26 Agustus 2018.

Dengan menjadi ketua Petir Lampung, dia berharap dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi.

"Petir yang saya pimpin akan berbeda dari sebelumnya. Tidak ada lagi narkoba, debt collector, atau menjadi bodyguard," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved