Ini Hukuman Yang Dijatuhkan Hakim Kepada Sutradara dan Produser Video Asusila di Bandung

Masih ingat video dewasa yang melibatkan anak-anak dengan wanita dewasa di Bandung ?

Editor: Safruddin
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDUNG - Masih ingat video dewasa yang melibatkan anak-anak dengan wanita dewasa di Bandung ? Kasus ini telah mencapai klimaksya dengan keluarnya putusan majelis hakim terhadap sang sutradara.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menyatakan M Faisal Akbar (30) secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah dalam memproduksi video dan mengarahkan anak di bawah umur untuk beradegan asusila dengan perempuan dewasa.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 250 juta subsidair enam bulan kurungan," ujar Waspin Simbolon, Ketua Majelis Hakim PN Bandung yang memimpin jalannya persidangan, Selasa (28/8/2018).

Faisal terbukti bersalah karena melanggar Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,

Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Selain itu, ia juga terbukti bersalah melanggar Pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca: Dosen Unila Ditahan, Begini Perjalanan Kasus Asusila yang Menjerat Dosen FKIP Unila

Baca: Waspada! Usai Dituntut 20 Tahun Penjara, Tahanan Kasus Asusila Berhasil Melarikan Diri

Baca: LP3HI Mengaku Tak Dibayar Luna Maya dan Cut Tari Terkait Status Tersangka Video Asusila

 Sebelum menjatuhkan putusan, Waspin membacakan hal yang memberatkan dan meringankan.

Untuk yang memberatkan di antaranya, perbuatan terdakwa menimbulkan trauma seksual yang mendalam terhadap korban anak.

Kasus ini diungkap Ditreskrimum Polda Jabar. Faisal merupakan otak dari terjadinya kasus ini.

Ia berperan merekrut anak-anak dan perempuan dewasa untuk berbuat mesum kemudian direkam dan akhirnya video mesumnya viral. ‎

Dalam pengungkapan oleh penyidik Polda Jabar, Faisal dibiayai warga negara asing untuk memproduksi video asusila anak tersebut. ‎(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved