BREAKING NEWS LAMPUNG

Satu Saksi Keluar dari Mapolda Lampung: Ini Baru Dimintai Keterangan

Satu saksi dari dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI keluar dari Mapolda Lampung.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Hanif
Plt Kepala Dinas PUPR, Hermansyah Hamidi. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Satu saksi dari dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI keluar dari Mapolda Lampung.

Saksi ini diketahui menjabat sebagai Plt Kepala Dinas PUPR, Hermansyah Hamidi.

Mulanya Hermansyah sempat mengelak dan berusaha menghindar dari awak media.

Baca: Ini Deretan Saksi yang Diperiksa KPK: dari Kepala Dinas PUPR Hingga Swasta

Namun saat dikonfirmasi akhirnya Hermansyah mengakui jika ia baru diperiksa oleh KPK sebagai saksi atas kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Lampung Selatan Tahun Anggaran 2018 yang menjerat beberapa pejabat Kabupaten Lampung Selatan.

"Iya, ini baru dimintai keterangan," ungkap Hermansyah sembari melangkahkan kakinya, Kamis 30 Agustus 2018.

Baca: KPK: Penyidik Dalami Pengetahuan Saksi Terkait Dugaan Aliran Dana dan Aset ZH

Saat ditanya berapa pertanyaan yang diberikan untuknya, Hermansyah, melempar kembali dengan meminta menanyakan ke penyidik.

"Kalau itu bisa tanyakan saja ke Penyidik," sebutnya.

Hermansyah pun hanya menganggukan kepala saat ditanya seputar pertanyaan yang terkait proyek yang sudah berjalan atau dimasanya.

"Iya, semuanya," jawab singkat Hermansyah sembari terburu-buru keluar Mapolda Lampung.

Hermansyah pun mengaku tidak tahu secara spesifik soal proyek yang menyandung beberapa pejabat Lampung Selatan.

"Tidak tahu secara spesifik saya," tutur Hermansyah.

Hermansyah datang ke Mapolda Lampung hanya seorang diri, dan tidak membawa dokumen.

"(Dokumen) enggak, (kuasa hukum) belum," jawabnya singkat.

Meski demikian, Hermansyah mengaku datang dengan beberapa staf dari dinas PU.

"Sama beberapa staf dinas PU, itu staf semua saya lupa namanya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali meminjam Mapolda Lampung untuk melakukan pemerikasaan terhadap beberapa saksi terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Hal ini dibenarkan oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol saat di temui di Mapolda Lampung, Selasa 28 Agustus 2018.

"Ya KPK meminta izin kepada kami untuk meminjam ruangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para saksi di Polda Lampung," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved