Berita Video Tribun Lampung

VIDEO - Pertumbuhan Pariwisata Indonesia Peringkat 20 Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan, secepatnya menjadi Bandara Internasional.

Laporan Reporter Tribun Lampung Okta Kusuma jatha 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG  - Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan, secepatnya menjadi Bandara Internasional. Ini demi mendukung pengembangan pariwisata Lampung, khususnya destinasi wisata dan lokasi surfing (selancar) di Pantai Tanjung Setia, Pesisir Barat.

Arief menyampaikan harapan itu kepada awak media usai mengisi materi Program Pengenalan Kampus di Universitas Bandar Lampung, Jumat (31/8). UBL menggelar program tersebut untuk 1.786 mahasiswa baru.

Baca: Video Viral 2 Siswi SMP Berkelahi dan Jadi Tontonan Siswa Lain, Identitas Akhirnya Terungkap

Arief menjelaskan, Indonesia berada pada peringkat 20 di dunia untuk pertumbuhan pariwisata. Peringkat tersebut, menurut dia, termasuk posisi top pertumbuhan pariwisata di dunia.

"Rumusnya, kenali dirimu dan dunia, maka kamu akan memenangkan dunia. Itu menjadi pedoman Indonesia untuk bersaing dengan negara lain, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan negara lainnya," kata Menpar.

Baca: VIDEO CONTENT – Manusia Rp 570 T Nonton di GBK

Pihaknya pun berharap pariwisata Indonesia, termasuk Lampung, terus berkembang dan berinovasi. Ini untuk menyambut rencana pemerintah pusat yang ingin menjadikan 10 daerah di Indonesia sebagai "Bali baru".

"Termasuk Lampung, destinasi wisata unggulannya adalah pantai, terutama tempat surfing di Pesisir Barat (Pantai Tanjung Setia). Maka, untuk mendukungnya, Pemprov Lampung harus mengupayakan Branti (Bandara Radin Inten II) menjadi Bandara Internasional," ujar Menpar.

Menurut Arief, potensi pariwisata Lampung sudah sering menjadi bahan pembahasan. Namun, kata dia, satu kritik yang muncul adalah bandara di Lampung yang belum berstatus internasional.

"Memang gubernur (M Ridho Ficardo) sudah mengusulkan ke Kementerian Perhubungan. Perjanjian dengan PT Angkasa Pura II untuk pengelolaan Branti secara maksimal Branti, juga sudah," katanya.
Selain soal bandara, Arief mengungkapkan, satu masalah lainnya adalah belum mulusnya jalan menuju ke Pesisir Barat.

"Tapi, kami percaya ketika BUMN (badan usaha milik negara) PT Angkasa Pura II ikut mengurus, maka akan lebih cepat prosesnya," ujar Menpar.

Dalam Program Pengenalan Kampus UBL itu, turut hadir Direktur Jenderal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Gufron Mukti. Kemudian, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Slamet Widodo.

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved