Berita Video Tribun Lampung

VIDEO - Sopir BRT Mengeluh Pendapatan Turun 40 Persen

Romi, sopir BRT, mencurahkan isi hatinya terkait nasib BRT yang nyaris tinggal kenangan.

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Romi, sopir BRT, mencurahkan isi hatinya terkait nasib BRT yang nyaris tinggal kenangan. Tahun-tahun sebelumnya, tutur dia, banyak warga yang memilih naik BRT.

"Tapi sekarang cuma segelintir orang yang naik BRT ini. Padahal, ongkosnya cuma Rp 6.000 dari Terminal Rajabasa ke Terminal Panjang," kata Romi, Jumat (31/8).

Warga, menurut Romi, sekarang lebih memilih angkutan online yang cepat dan mudah aksesnya hanya dengan menggunakan ponsel.

Baca: Kalah dengan Transportasi Berbasis Aplikasi, BRT Sekarang Cuma Layani Dua Rute

Baca: Lantai Rusak, Atap Tak Ada: Banyak Halte BRT di Bandar Lampung Tidak Terawat

Tak pelak, Romi merasakan penurunan pendapatan setelah sepinya pengguna BRT, termasuk anak-anak sekolah yang juga sudah menggunakan ojek online.
"Biasanya, sebelum ada ojek online, bisa nutup setoran Rp 215 ribu per hari. Sekarang sudah susah," ujar Romi. "Anak-anak sekolah juga sudah naik ojek online."

Sopir BRT lainnya, Munir, merasa tersisih dengan hadirnya angkutan online lantaran pendapatannya menurun. Padahal, ia harus berbagi pemasukan antara setoran untuk manajemen dengan rezeki untuk keluarga.

"Dari catatan kami para sopir, pengurangan pendapatan mencapai 40 persen. Penumpang-penumpang beralih ke angkutan online. Sangat mencubit penghasilan kami," kata Munir. (*)

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved