Polda Lampung Terus Dalami Kasus Pungli Disdik Pesawaran dan BPN Lampung

Jadi ada unsur paksaan. Yang semula diminta Rp 10 juta, namun para kepsek hanya menyanggupi Rp 6 juta.

Polda Lampung Terus Dalami Kasus Pungli Disdik Pesawaran dan BPN Lampung
Tribunnews
Ilustrasi pungli 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung terus mendalami kasus dugaan pungli yang menjerat dua pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung AKBP Eko Sudaryanto menuturkan, saat ini pihaknya terus mengembangkan kasus ini.

"Hingga saat ini masih kami dalami, jadi masih lanjut," ungkapnya, Kamis, 6 September 2018.

Masih kata dia, dalam penanganan kasus ini perlu adanya ketelitian dan tidak bisa terburu-buru.

"Tapi yang jelas keduanya sudah kami tahan dan kami jerat pasal 12 e UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor," kata Eko.

Baca: Polda Ungkap Kronologi OTT Oknum Pegawai BPN Lampung

Baca: Diduga Pungli Proyek Laptop, Pejabat Disdik dan Kepsek di Pesawaran Jadi Tersangka

Eko menegaskan bahwa dalam kasus tipikor yang dilakukan oleh kedua tersangka ini lebih pada pungli, bukan gratifikasi.

"Jadi ada unsur paksaan. Yang semula diminta Rp 10 juta, namun para kepsek hanya menyanggupi Rp 6 juta," tuturnya.

Sementara itu, untuk kasus pungli yang menyangkut staf juru ukur BPN Provinsi Lampung, Eko mengaku hanya ada satu tersangka.

"Tidak ada lagi. Jadi otaknya memang tersangka itu, dan sekarang masih mendatangkan saksi ahli," tutupnya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung melakukan operasi tangkap tangan terhadap pegawai Seksi Sarpras Dinas Pendidikan Pesawaran IW dan Kepala SMPN Pesawaran ZK, Selasa, 28 Agustus 2018.

Selang beberapa hari, Ditreskrimsus kembali melakukan OTT terhadap oknum staf juru ukur BPN Provinsi Lampung, EI, Selasa, 4 September 2018. (*)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved