Breaking News:

Berita Bandar Lampung

Mengapa Polisi dan Dishub Tak Bisa Tertibkan Terminal "Bayangan" di Bundaran Hajimena?

Keberadan terminal "bayangan" di bundaran Rajabasa-Hajimena seringkali memunculkan kemacetan.Polisi dan dishub tak bisa tertibkan.

Editor: Safruddin
Tribun Lampung/Eka Achmad Solihin
Sejumlah bus mengetem di terminal bayangan Hajimena, Selasa, 10 April 2018 sore. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Keberadan terminal "bayangan" di bundaran Rajabasa-Hajimena seringkali memunculkan kemacetan.

Dan hingga sekarang baik polisi maupun Dinas Perhubungan tidak bisa menertibkan terminal yang berada di sisi jalan lintas Sumatera itu.

Padahal, jarak antara terminal bayangan dan Terminal Rajabasa hanya sepelemparan batu.

Mengapa awak bus lebih memilih mangkal di terminal bayangan ketimbang terminsal resmi?

Pantauan Tribun Lampung, Minggu (9/9) siang hingga sore, banyak bus antar kota dalam provinsi (AKDP) mangkal alias ngetem di tepi jalan lintas Sumatera.

Persisnya di bundaran perbatasan Rajabasa, Bandar Lampung, dengan Hajimena, Natar, Lampung Selatan.

Baca: Oknum Disdag di Terminal Rajabasa Minta Retribusi Jasa Umum ke Pedagang

Ari, sopir bus jurusan Rajabasa-Way Abung (Tulangbawang), mengakui memilih mangkal di bundaran
Rajabasa-Hajimena karena penumpang lebih ramai ketimbang di Terminal Rajabasa.

"Mangkal di sini, penumpang pasti penuh. Daripada mangkal di terminal, enggak ada penumpangnya," kata Ari.

Nasir, sopir bus jurusan Rajabasa-Metro, membenarkan sedikitnya penumpang jika ngetem di Terminal Rajabasa yang berjarak sekitar dua kilometer dari bundaran.

"Di terminal, penumpang sepi. Kalau di bundaran, ramai. Apalagi kalau sore," ujar Nasir. "Biasanya ngetem 10-30 menit. Ini juga sudah dari terminal," imbuhnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved