Banyak Trotoar di Bandar Lampung Berubah Fungsi Jadi Tempat Parkir hingga Pedagang Mangkal

Hak pejalan kaki untuk berjalan di trotoar tepi jalan di Bandar Lampung masih terabaikan.

Banyak Trotoar di Bandar Lampung Berubah Fungsi Jadi Tempat Parkir hingga Pedagang Mangkal
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Lapak dagangan berdiri di sebagian badan trotoar di Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN DAN BAYU SAPUTRA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hak pejalan kaki untuk berjalan di trotoar tepi jalan di Bandar Lampung masih terabaikan. Banyak trotoar atau pedestrian di Kota Tapis Berseri beralih fungsi dari semestinya. Antara lain menjadi tempat parkir kendaraan dan tempat pedagang mangkal.

Pantauan Tribun Lampung, Rabu (12/9/2018), beberapa titik trotoar yang beralih fungsi di antaranya di Jalan Sultan Agung, Jalan Raden Intan, dan Jalan Kartini. Kemudian di Jalan Pemuda dan Jalan Imam Bonjol. Sejumlah pedagang dan juru parkir yang mangkal di atas atau di sebagian badan trotoar rata-rata telah bertahun-tahun menjadikan trotoar sebagai tempat mencari nafkah.

Trisno, misalnya. Penjual makanan dan minuman di Jalan Sultan Agung ini sudah sekitar delapan tahun berjualan di sebagian badan trotoar.

"Sebenarnya enggak sepenuhnya di trotoar. Rata-rata kami (para pedagang) jualan di atas siring," kata Trisno seraya merapikan tempat jualannya.

Ia mengakui beberapa barang dagangannya berada di trotoar. Namun, menurut dia, tidak sepenuhnya menutupi trotoar.

"Memang ada barang dagangan yang di atas trotoar. Tapi sepertinya enggak ganggu pejalan kaki. Soalnya, mudah gesernya," ujar Trisno.

Selama ini, ia mengaku tidak pernah mendapat teguran dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja agar pindah lokasi. Pol PP, menurut dia, hanya memintanya memundurkan barang dagangan supaya tidak terlalu maju sampai menutupi trotoar.

"Ya sebatas peringatan aja, barang dagangan jangan nutupi trotoar. Selama ini, saya nuruti aturan aja. Enggak tahu ke depannya gimana. Kalau harus mundur (tidak boleh berjualan di trotoar), ya ikut aja," katanya.

Sementara Azwir, pedagang di Jalan Kartini, telah berjualan kurang lebih tiga tahun di sebagian badan trotoar. Ia mengaku sudah sering mendapat teguran dari Pol PP.

Halaman
1234
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved